PGN Gaet JCCP untuk Tingkatkan Rantai Nilai Gas Bumi Indonesia

Yudistira Imandiar - detikFinance
Senin, 19 Okt 2020 16:33 WIB
PGN
Foto: PGN
Jakarta -

PT Perusahaan Gas Negara dan Japan Cooperation Center Petroleum (JCCP) menandatangani kerja sama joint project peningkatan rantai nilai gas bumi, khususnya LNG, di Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Syahrial Mukhtar dan Direktur Eksekutif Senior JCCP Eiji Hiraoka.

JCCP merupakan organisasi pemerintah di bawah Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang. Organisasi ini menaungi perusahaan-perusahaan minyak dan gas. Adapun dalam kerja sama dengan PGN, JCCP menggaet perusahaan minyak INPEX untuk mempelajari dan meningkatkan rantai nilai gas bumi Indonesia, menggunakan metode studi yang diterapkan di terminal LNG INPEX, Naoetsu.

Syahrial memaparkan kerja sama tersebut juga bertujuan mempromosikan pengembangan teknologi pengelolaan gas bumi, sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan Jepang. INPEX akan menerapkan aspek teknikal, operasional, bisnis dan keselamatan di Terminal Naoetsu untuk menjadi salah satu basis pembelajaran dan pelaksanaan kerja sama proyek gas bumi di Indonesia.

Dalam kerja sama ini, JCCP berperan sebagai eksekutor penyusunan work plan, jadwal pelaksanaan proyek, serta estimasi jumlah dan uraian proyek untuk tahun 2020.

"Untuk tahun 2020 sampai dengan 2021, terdapat dua kerja sama dengan JCCP yaitu melalui Corporate HRD Program yaitu Naoetsu Seminar dan Technical Cooperation Program. Untuk Technical Cooperation Program tahun ini adalah joint study LNG di Arun dan LNG bunkering di seluruh Indonesia. Dalam pelaksanaannya, joint study ini melibatkan INPEX yang merupakan partner PGN dalam suplai LNG ke Myanmar melalui Terminal Arun," urai Syahrial dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2020).

Ditambahkan Syahrial, Naoetsu Seminar ditargetkan dapat memperkenalkan rantai nilai gas bumi milik INPEX dan memperoleh studi teknikal pada operasional Terminal Naoetsu yang terletak di Nagaoka. Program tersebut mencakup studi teknikal mengenai operasional Terminal LNG Naoetsu, penyimpanan gas bawah tanah di Nagaoka, keselamatan dan kesehatan operasional di terminal LNG maupun pipa, serta isu-isu komersial lainnya dalam bisnis gas di Jepang.

"Nantinya dalam tiga tahun ke depan, topik Joint Project akan disepakati bersama menyesuaikan kebutuhan dan potensi bisnis yang ada," ujar Syahrial.

"Kerja sama ini dilatarbelakangi oleh PGN yang tengah mencari mitra untuk melaksanakan joint project guna meningkatkan rantai nilai gas bumi dalam negeri. Sementara itu teknik industri Jepang dinilai sudah mumpuni, baik dalam pengetahuan maupun teknologi yang berkaitan dengan modernisasi rantai gas, hingga akhirnya diusulkan joint project ini bersama JCCP," imbuhnya.

Syahrial menjelaskan kerja sama antara JCCP dengan PT Pertamina sudah terjalin cukup lama, sehingga ketika PGN menjadi bagian dari Pertamina, maka kerja sama di bidang ini sepenuhnya dilaksanakan oleh PGN.

"Kami sangat antusias untuk membangun kerja sama dengan JCCP. Mengingat JCPP merupakan perusahaan yang memiliki pengalaman mumpuni dalam menjalin persahabatan dengan negara-negara penghasil minyak dan berkontribusi mengamankan pasokan minyak yang stabil ke Jepang, melalui kerjasama teknis dan sumber daya manusia di sektor hilir industri minyak," kata Syahrial.

Syahrial berharap kerja sama ini dapat berkontribusi pada modernisasi pengelolaan gas bumi, khususnya LNG. Selain itu, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan nilai keekonomian gas bumi di Indonesia.

(ega/hns)