Pakai Kompor Induksi, Emak-Emak Bisa Hemat Rp 40-50 Ribu/Bulan

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 27 Okt 2020 18:13 WIB
Ilustrasi kompor induksi, kompor listrik
Foto: Getty Images/iStockphoto/brizmaker
Jakarta -

PLN mengajak masyarakat beralih ke kompor induksi demi mengurangi ketergantungan impor energi dan hingga menghemat anggaran subsidi elpiji. Tak hanya menguntungkan bagi negara, namun peralihan ke kompor induksi juga menguntungkan bagi masyarakat.

Masyarakat bisa menghemat hingga Rp 40 ribu-Rp 50 ribu per bulan dibanding menggunakan kompor gas.

"Dari yang kita hitung itu bisa hemat Rp 40 ribu-Rp 50 ribu sebulan," ujar Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN, Bob Saril dalam konferensi pers di Gedung PLN, Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Bob menyebut hitungan tersebut ia dapat dari hasil kajian teknis laboratorium Institut Teknologi PLN. Menurut hasil kajian teknis tersebut misal untuk memasak 1 liter air dengan menggunakan kompor induksi 1.200 watt memakan biaya hanya sebesar Rp 158, sementara menggunakan kompor elpiji tabung 12 kg (api maksimal) bisa mencapai sekitar Rp 176.

Selain, itu masyarakat juga bisa menghemat biaya yang biasanya dikeluarkan untuk membeli tabung gas. Lalu, keunggulan lainnya secara jelas terlihat pada keamanan pengoperasian masing-masing kompor tersebut. Pengoperasian kompor induksi tidak ada api yang menyala sehingga lebih menghindarkan risiko. Namun, sebaliknya kompor gas ada risiko kebakaran.

Kompor induksi juga dilengkapi oleh sensor yang dapat otomatis mati berdasarkan setting waktu atau sensor panas ketika overheat. Sedangkan kompor gas harus lebih hati-hati karena koneksi tabung gas harus dijaga agar tidak bocor.

Kelebihan lainnya dapat dirasakan dari aspek kemudahan pengoperasiannya. Kompor induksi dihubungkan langsung ke stop kontak listrik, tidak perlu bongkar pasang tabung gas, dan dapat mengatur suhu atau waktu memasak. Sedangkan kompor gas kebalikannya, membutuhkan tabung gas, perlu buka pasang tabung gas dan tidak dapat diatur suhunya atau waktu memasaknya.

Terakhir, dari aspek perawatannya pun kompor induksi terbilang lebih mudah. Kompor induksi permukaannya berbahan keramik atau kaca licin sehingga mudah dibersihkan. Sedangkan kompor gas terdapat tungku kompornya yang terbilang rumit untuk dibersihkan.

Selanjutnya
Halaman
1 2