Raksasa Migas Keok Dilibas Corona

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 01 Nov 2020 08:22 WIB
Harga Minyak Jatuh, Laba Perusahaan Migas Anjlok
Foto: BBC

Saat ini, Exxon bernilai sekitar US$ 136 miliar setara Rp 2.000 triliun (kurs Rp 14.800), dibandingkan dengan Zoom yang bernilai US$ 140 milia. Exxon telah kehilangan nilai pasar US$ 310 miliar dan sempat memiliki nilai pasar terbesar US$ 446 miliar pada pertengahan 2014.

Kemunduran lain yang dialami Exxon yakni dihapus dari Dow Jones Industrial Average pada bulan Agustus, padahal perusahaan telah menjadi anggota selama hampir satu abad.

Selain harga minyak yang melemah, Exxon dan perusahaan bahan bakar fosil lainnya dijauhi oleh investor yang semakin mengkhawatirkan krisis iklim. Gerakan ESG telah mendorong lonjakan uang ke dalam energi bersih dan menjauh dari perusahaan minyak. Awal bulan ini, Exxon juga sempat digulingkan oleh perusahaan tenaga surya dan angin NextEra Energy (NEE) sebagai perusahaan energi paling berharga di AS

Bisnis Exxon sangat menderita sehingga perusahaan berjuang untuk membayar dividen, yang telah berhasil dikumpulkan selama 37 tahun berturut-turut. Exxon sebelumnya juga pernah mengumumkan sekitar 1.600 pekerja akan di-PHK di Eropa serta akan menawarkan berhenti secara sukarela untuk pekerja di Australia. Exxon mengatakan karyawan yang di-PHK akan menerima dukungan, termasuk pesangon dan layanan outplacement.

"Perusahaan menyadari keputusan ini akan berdampak pada karyawan dan keluarga mereka, dan telah menerapkan program ini hanya setelah evaluasi komprehensif dan pertimbangan yang matang," kata Exxon.

Halaman

(kil/zlf)