Permintaan BBM Anjlok, Raksasa Minyak Dunia Berhemat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 31 Okt 2020 16:15 WIB
Harga Minyak Mentah AS Di Bawah Nol, Pembeli Tidak Bayar Malah Ditawari Uang
Ilustrasi/Foto: DW (News)
Jakarta -

Perusahaan minyak asal Amerika Serikat (AS) Chevron Corp dan Exxon Mobil Corp melakukan pemangkasan biaya operasi yang signifikan pada kuartal III tahun ini. Efisiensi ini dilakukan untuk merespons lemahnya permintaan bahan bakar yang terjadi akibat pandemi COVID-19.

Exxon dan Cevron memang membukukan kerugian pada kuartal III. Kedua perusahaan memberhentikan pegawai mereka demi memangkas biaya operasional setiap bulannya. Exxon melakukan PHK untuk 15% pegawai.

Harga minyak AS mengalami penurunan hingga 41% akibat pandemi COVID-19 yang membuat orang terpaksa di rumah demi menekan penyebaran virus di berbagai negara.


Memang sempat terjadi pemulihan permintaan seperti Jerman, India, dan AS. Tetapi hal tersebut tidak mendorong kinerja perusahaan sama sekali. Direktur Keuangan Chevron Pierre Breber mengungkapkan jika prospek konsumsi energi ini bergantung dengan pengendalian pandemi di berbagai negara.

Sementara itu saham Exxon turun 1% menjadi US$ 32,62 pada Jumat lalu. Kemudian saham Chevron sempat mencatatkan kenaikan 1% menjadi US$ 69,5 setelah sempat turun 40%.

Analis energy Raymond James mengungkapkan rencana PHK yang dilakukan Exxon ini juga bertujuan agar perusahaan tidak semakin terpuruk. Perusahaan berupaya menahan dividen karena arus kas yang keluar saat ini sangat signifikan.

Direktur Energy di Palissy Advisors Anish Kapadia mengungkapkan penahanan dividen oleh Exxon ini berpotensi menambah divestasi.

(kil/eds)