Genjot Produksi Migas, Pemerintah Bakal Pilih Lapangan untuk EOR

Inkana Putri - detikFinance
Kamis, 19 Nov 2020 21:25 WIB
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji mengatakan akan memilih lapangan yang potensial untuk dilakukan EOR.
Foto: Dok. Kementerian ESDM
Jakarta -

Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas). Hal ini diwujudkan melalui berbagai upaya antara lain melalui teknik pengurasan minyak atau Enhanced Oil Recovery (EOR) seperti chemical EOR, CO2 Injection dan steamflood.

Guna mendukung hal ini, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji mengatakan akan memilih lapangan yang potensial untuk dilakukan EOR.

"Kami akan pilih lapangan mana yang kira-kira jadi prioritas perusahaan dan saya bersedia datang ke lapangan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/11/2020).

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, Senin (16/11). Tutuka menyampaikan kegiatan EOR perlu dilakukan terobosan. Pasalnya, selama ini EOR dilakukan pada satu sumur dan ketika selesai tidak ada kelanjutannya.

Ke depan, lanjutnya, Pemerintah akan membuat peta jalan sehingga kegiatan ini dapat berkelanjutan. Rencana ini juga telah disampaikan ke PT Pertamina yang mulai 2021 akan menjadi KKKS yang berkontribusi 70% dari total produksi migas nasional.

Tutuka menambahkan Pemerintah juga akan menyinkronkan program-program SKK Migas dan PT Pertamina terkait target produksi 1 juta barel. Selain itu, Pemerintah melakukan berbagai upaya dalam peningkatan produksi migas, yakni melalui program work routine seperti infill drilling/step out pada lapangan eksisting dan work over/well service.

"Dilakukan pula percepatan transformasi resources menjadi produksi, dengan mempercepat POD baru dan POD pending, melakukan commercial exercise dengan split adjustment, tax incentive dan investment credit," pungkasnya.

(akn/hns)