MIND ID-Antam Siap-siap Bentuk Holding Baterai

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 07 Des 2020 16:05 WIB
Sebuah bengkel modifikasi Zelectrik Motors LCC, California, Amerika Serikat menyetrum salah satu VW Klasik Beetle lansiran tahun 1958 yang ditenagai Baterai Tesla.
Ilustrasi baterai Mobil Listrik (Foto: Electrek)
Jakarta -

Holding BUMN Tambang MIND ID dengan PT Antam Tbk akan tergabung dalam sub holding BUMN baterai untuk kendaraan bertenaga listrik. Proyek utama dari sub holding itu adalah membangun pabrik baterai.

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan, sub holding itu memang belum terbentuk, namun tengah dipersiapkan.

Selain MIND ID dan Antam, PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) juga akan tergabung dalam sub holding tersebut. Secara porsi saham, diharapkan setiap BUMN di atas mendapatkan porsi saham masing-masing 25% dari sub holding baterai.

"Untuk pendirian holding baterai Indonesia saat ini belum terjadi. Dalam artian belum satu PT yang dibentuk. Dan diharapkan awal tahun depan bisa ada kesepakatan dengan calon mitra," ungkapnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta (Senin 7/12/2020).

Meski sub holding belum terbentuk, baik MIND ID maupun Antam terus melanjutkan negosiasi dengan calon investor yakni Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) dan LG Chem.

"Secara sendiri-sendiri sesuai penugasan yang diberikan oleh Pak Menteri BUMN, Antam melanjutkan dengan CATL, dan Pertamina memimpin negosiasi dengan LG. Tapi secara bersama-sama seluruh tim mendukung pimpinan negosiasi ke calon-calon mitra ini," imbuh dia.

Secara bersamaan, kedua perusahaan pelat merah itu juga tengah mempersiapkan value chain baterai EV dari hulu sampai ke hilir.

"Dan di dalam value chain baterai ini baik dari tambang, sampai ke battery pack, dan juga masuk kepada daur ulangnya itu bisa disepakati. Negosiasi berjalan terus dengan masing-masing pihak," sambung Orias.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Antam Dana Amin menjelaskan, pihaknya sudah mulai memetakan lagan untuk menjamin ketersediaan bahan baku pabrik baterai. Dalam artian, Antam berperan sebagai pemasok bahan baku dalam sub holding baterai.

"Pekerjaan Joint Venture ini memang sudah dimulai dari kepemilikan lahan tambang. Aset ke tambang itu, dipastikan cukup untuk membawa Indonesia ke era baru itu," tutup Amin.

(dna/dna)