Bos BKPM Buka-bukaan Kondisi Tambang Emas Freeport

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 08 Des 2020 16:03 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia/Foto: Sekretariat Kabinet
Jakarta -

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkap kondisi tambang emas Freeport di Papua. Dia menjelaskan hal itu saat berbicara isu di industri sektor pertambangan.

Mulanya Bahlil menjelaskan bahwa pertambangan menjadi isu yang begitu besar. Sebab, kekayaan yang katanya melimpah tidak didukung ketersediaan data.

"Pertambangan ini isunya sangat besar sekali. Saya harus menyampaikan bahwa kondisi objektif kita, kita ini selalu mengatakan begini, Indonesia ini kaya tetapi kita sendiri nggak punya data secara total, secara penuh tentang kekayaan kita itu seperti apa cadangannya," kata dia dalam sebuah webinar, Selasa (8/12/2020).

Lalu dirinya berbicara mengenai batu bara, yang mana saat ini pemerintah mulai mendorong hilirisasi pada hasil tambang tersebut, yakni melalui gasifikasi alias mengubahnya menjadi gas.

Baru kemudian Bahlil menjelaskan kalau tambang emas Freeport hampir layu. Oleh karena itu, Indonesia mulai beralih ke sumber daya alam lainnya, yakni nikel.

"Dulu kita punya tambang emas Freeport, sudah hampir layu, yang kita punya sekarang tinggal nikel. Nah, nikel ini 25% dari total cadangan dunia itu ada di Indonesia," paparnya.

Melalui nikel, pemerintah sedang mengembangkan hilirisasi dengan membangun industri baterai kendaraan listrik.

"Nah kita lagi dorong sekarang adalah bagaimana melakukan hilirisasi secara menyeluruh untuk pembangunan baterai mobil di Indonesia," tambahnya.

(toy/hns)