Exxon Diterpa Krisis, Investor Ancam Gulingkan Direksi

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 16 Des 2020 13:14 WIB
Harga Minyak Jatuh, Laba Perusahaan Migas Anjlok
Foto: BBC
Jakarta -

Selama beberapa dekade, ExxonMobil merupakan perusahaan yang membuat iri seluruh pelaku industri minyak dunia. Perusahaan ini seolah menjadi mesin yang tak tertandingi.

Namun kini mesin itu telah rusak dan hampir mencapai kehancuran. Melansir CNN, Rabu (16/12/2020), untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, Exxon mengalami kejatuhan dan membuat para pemegang saham frustasi hingga mereka berusaha menggulingkan dewan direksi.

Upaya menggulingkan direksi Exxon itu dipimpin oleh firma investor aktivis baru bernama Engine No. 1, yang meminta Exxon untuk mengendalikan pengeluarannya yang sangat besar, menurunkan gaji eksekutifnya, dan menjajaki upaya untuk mendorong energi bersih.

Engine No. 1 telah menerima dukungan dari Gereja Inggris dan salah satu dana pensiun terkuat di Amerika, California State Teachers' Retirement System, atau CalSTRS.

Bukan hanya itu, aktivis hedge fund D.E. Shaw yang memiliki saham Exxon lebih besar dari CalSTRS dan Engine No. 1, tengah mendorong perusahaan minyak tersebut memangkas pengeluarannya demi menghemat dividen dan meningkatkan kinerja perusahaan yang buruk. Hal itu diembuskan oleh sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Sederet upaya itu menggambarkan seberapa buruk kinerja Exxon. Padahal perusahaan pernah menjadi perusahaan publik paling berharga di dunia. Nilai pasar Exxon telah runtuh sangat signifikan yakni sebesar $ 266 miliar sejak pertengahan 2014. Tak hanya itu saham Exxon juga dikeluarkan dari indeks Dow Jones Industrial Average setelah 92 tahun berada dalam indeks eksklusif tersebut.

"Secara historis Exxon tidak terlalu peduli dengan pemegang saham. Sekarang mereka membuat orang-orang menggemparkan kantor mereka," kata Peter McNally, seorang analis di Third Bridge Group.

Perbedaan pendapat pemegang saham sebenarnya telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir di Exxon, terutama di sektor iklim. Para aktivis mendorong proposal yang berusaha memaksa Exxon untuk mengungkapkan target emisi, menguji dampak buruk terharap iklimnya.

Tapi, Exxon sekarang menghadapi masalah dari ancaman pengambil alihan kendali kursi dewan. Engine No. 1 mengungkapkan empat individu dengan kredensial industri energi yang kuat yang telah setuju untuk dinominasikan menjadi dewan direksi Exxon.

Engine No. 1, membeberkan kinerja buruk Exxon dan menyarankan perusahaan menghadapi krisis eksistensial.

"Kami percaya bahwa agar ExxonMobil menghindari nasib buruk seperti perusahaan Amerika lainnya yang pernah terjadi, ia harus lebih baik memposisikan diri untuk jangka panjang, penciptaan nilai yang berkelanjutan," tulis Engine No. 1 dalam surat itu.

Exxon telah lama membanggakan dirinya karena dapat mengatur pengeluarannya. Namun belakangan terjadi serangkaian kesalahan strategi telah menampik klaim itu dan sekarang terancam perusahaan tak bisa membagikan dividen.

(das/eds)