Tutup Tahun 2020, Pertamina Hadirkan 106 Pertashop di Jateng dan DIY

Inkana Putri - detikFinance
Kamis, 31 Des 2020 18:33 WIB
Hingga akhir tahun 2020, telah tersebar 106 unit Pertashop di 28 kabupaten di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) terus meningkatkan aksesibilitas energi hingga ke daerah pedesaan yang belum terjangkau SPBU, salah satunya melalui Pertashop. Hingga akhir tahun 2020, telah tersebar 106 unit Pertashop di 28 kabupaten di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

"Sebanyak 100 unit Pertashop telah hadir di Jawa Tengah dan 6 unit di DI Yogyakarta," ujar Pjs. Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, Kevin Kurnia Gumilang dalam keterangan tertulis, Kamis (31/12/2020).

Menurut Kevin, hadirnya Pertashop di tengah desa secara tak langsung dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Ini merupakan komitmen Pertamina dalam mewujudkan energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami berharap jumlah Pertashop akan semakin bertambah, utamanya di desa-desa yang belum terjangkau SPBU," imbuhnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan upaya ini juga didukung oleh pemerintah pusat. Adapun dukungan tersebut diwujudkan melalui nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan Direktur Utama, Nicke Widyawati pada Februari lalu.

"Kerja sama tersebut dalam rangka perluasan dan pemerataan distribusi energi melalui Pertashop," paparnya.

Saat ini, lanjut Kevin, Pertamina telah mengusung program One Village One Outlet (OVOO) atau satu desa/kecamatan tersedia satu outlet Pertashop. Untuk mendukung program tersebut, pihaknya mengajak partisipasi dari pemerintah kabupaten dan pemerintah kota, khususnya di wilayah Jawa Bagian Tengah.

"Secara resmi telah kami surati kepada Bupati dan wali kota di Jawa Tengah dan DIY, kami berharap akan mendapat respon positif sehingga banyak desa yang akan mengajukan pembangunan Pertashop di wilayahnya," katanya

Untuk mempercepat perluasan Pertashop, Pertamina juga membuka peluang kemitraan Pertashop kepada para pengusaha yang berminat untuk berinvestasi Pertashop.

"Sama halnya seperti SPBU, pengusaha juga memiliki peluang untuk berinvestasi sebagai lembaga penyalur BBM kepada masyarakat, kali ini dalam skala kecil berupa Pertashop yang harganya relatif lebih rendah ketimbang SPBU," ujarnya.

Ia menjelaskan masyarakat bisa berinvestasi mulai dari harga terendah, yakni Rp 250 juta untuk perangkat modular Pertashop di luar lahan dan ongkos kirim.

"Bisnis Pertashop cukup menjanjikan, setidaknya penjualan per hari antara 400 liter bahkan hingga 1 kiloliter seperti yang terjadi di Pertashop Sleman," jelasnya.

Kevin menambahkan bagi masyarakat yang tertarik untuk berinvestasi Pertashop, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya harus berbadan hukum seperti CV, PT, maupun Koperasi atau Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

"Setelah itu calon investor Pertashop harus memenuhi dokumen persyaratan dari pemda setempat dan dokumen lainnya untuk kemudian mendaftar secara online pada tautan ptm.id/MitraPertashop atau melalui Pertamina Call Center di nomor 135," imbuh Kevin.

Selain menyejahterakan masyarakat, Kevin mengatakan Pertashop juga hadir sebagai antisipasi lonjakan konsumsi BBM jelang Natal dan Tahun Baru. Saat ini, Pertamina telah menghadirkan Pertashop di sejumlah titik rest area Tol Trans Jawa.

"Di wilayah Jawa Bagian Tengah, ada 7 titik Pertashop yang didirikan. Di antaranya 4 unit di arah Jakarta menuju Surabaya (Ruas A) KM 252, 275, 456, 519 dan 3 unit di arah Surabaya menuju Jakarta (Ruas B) KM 294, 456, 519," katanya.

Menurutnya selain memecah antrean pada saat pengisian BBM di SPBU, hal tersebut juga dapat memperkenalkan Pertashop kepada masyarakat perkotaan. Hal ini mengingat Pertashop hanya hadir di pedesaan.

"Bagi masyarakat kota khususnya Jakarta maupun Surabaya mungkin belum pernah bertemu Pertashop. Kali ini mereka bisa merasakan sensasi mengisi BBM selain di SPBU pada saat melintas tol Trans Jawa," pungkasnya.

(akn/hns)