Pandemi Corona, Lifting Minyak RI Capai 706 Ribu Barel/Hari

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 31 Des 2020 20:16 WIB
Cadangan minyak dan gas bumi di Blok Mahakam, Kalimantan Timur akan beralih kepemilikan ke PT Pertamina (persero). Peralihan ini akan resmi dilakukan tepat tanggal 1 Januari pukul 00.00 WITA.
Ilustrasi/Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK) Migas mencatat lifting minyak bumi sebesar 706 ribu barel per hari hingga 28 Desember 2020. Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani mengungkapkan angka realisasi lifting minyak bumi ini mencapai 100,2% dari target revisi APBN 2020 yang sebesar 705 ribu barel per hari (bpod).

Dia menjelaskan untuk lifting gas bumi mencapai 4.561 mmfscd (juta standar kaki kubik per hari) atau 98,3% dari target APBN-P 5.556 mmfscd.

"Sedangkan penerimaan negara, angka yang berhasil dicapai sebesar US$ 8,4 miliar atau 141% dari target yang dipatok sebesar US$ 5,86 miliar," kata dia dalam konferensi pers virtual, Kamis (31/12/2020).

SKK Migas juga mencatat pengendalian cost recovery sepanjang tahun ini sebesar US$ 18,2 miliar, sesuai target dalam APBN 2020. Untuk reserver replacement ratio (RRR) mencapai 102 persen yaitu sebanyak 705,2 mmboe atau 102%.

Kemudian SKK Migas juga mampu menyelesaikan 15 (lima belas) proyek onstream dari 11 proyek onstream yang ditargetkan atau 136%. Dari 15 proyek ini diperoleh potensi tambahan produksi minyak sebesar 9.182 bpod dan gas sebesar 111 mmfscd.

Sementara itu Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyebut tahun ini merupakan tahun yang sulit untuk seluruh pelaku usaha. Di hulu migas selain terdampak pandemi Corona juga dibayangi oleh harga minyak dunia yang rendah.

Namun, berkat kerja keras bersama KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama), industri hulu minyak dan gas berhasil melampaui beberapa target yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Sumbangsih industri ini diharapkan dapat membantu perekonomian nasional yang juga terdampak akibat pandemi," jelas dia.

Selama periode 2020, terdapat beberapa milestone penting yang dicapai antaranya penyelesaian 24 Side Letter PSC, serta 61 Letter of Agreement, dan Amandemen PJBG terkait penyesuaian harga gas sesuai dengan aturan Keputusan Menteri ESDM No. 89K/2020 dan 91K/2020.

Total gas yang disesuaikan mencapai 2.601 british thermal unit per day (bbtud) terdiri dari 1.205 BBTUD untuk industri hilir dan 1.396 bbtud untuk PLN. Penyesuaian harga gas ini bertujuan untuk memberikan dampak perekonomian bagi negara melalui bertumbuhnya kegiatan industri hilir serta berkurangnya beban subsidi kelistrikan.

SKK Migas juga berhasil menuntaskan Heads of Agreement (HoA) transisi Blok Rokan pada 28 September 2020. Dengan diberlakukannya HoA tersebut maka PT CPI (Chevron Pacific Indonesia) bisa melakukan pemboran untuk menjaga produksi Rokan sampai masa berakhirnya kontrak.

Lalu, Plan of Development (POD) pertama Lapangan Kaliberau, Blok Sakakemang juga telah disetujui oleh pemerintah pada 29 Desember 2020. Dengan persetujuan ini maka realisasi Reserve Replacement Ratio (RRR) berada di angka 101,6 persen dengan penambahan cadangan sebesar 705,16 mmboe.

(kil/hns)