OPEC Ramal Pasar Minyak 2021 Masih Suram

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 04 Jan 2021 09:10 WIB
Harga Minyak Mentah AS Di Bawah Nol, Pembeli Tidak Bayar Malah Ditawari Uang
Foto: DW (News)
Jakarta -

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi atau Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) memprediksi prospek minyak pada 2021 masih berisiko banyak penurunan. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo, Minggu (3/12).

"Di tengah tanda-tanda harapan, prospek paruh pertama 2021 masih banyak risiko penurunan," katanya, dikutip dari Reuters, Senin (4/1/2021).

Dia mengungkap pembatasan sosial yang mempengaruhi perekonomian sejumlah negara masih menjadi penyebab penurunan prospek minyak. Virus Corona varian baru juga menambah kemungkinan penurunan.

"Pembatasan aktivitas sosial dan ekonomi tetap berlaku di sejumlah negara, dan ada kekhawatiran tentang munculnya jenis virus baru yang merusak," kata Barkindo.

Kendati demikian, Barkindo optimistis bahwa ekonomi global dapat pulih pada paruh kedua 2021. Namun ada pengecualian pada sektor-sektor seperti perjalanan, pariwisata, rekreasi, dan perhotelan yang masih membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih.

Barkindo juga mengungkap bahwa OPEC memperkirakan permintaan minyak global akan dipimpin oleh negara-negara berkembang dan naik menjadi 95,9 juta barel per hari pada 2021, atau 5,9 juta barel per hari mulai 2020. Perkiraan itu turun dari perkiraan sebelumnya 6,25 juta barel per hari.

Meski pengembangan vaksin virus Corona telah memicu optimisme pasar, namun kenaikan permintaan tersebut masih belum mampu membawa konsumsi ke level pra pandemi sekitar 100 juta bph.

Sementara OPEC+ mulai membahas lagi mengenai peningkatan produksi minyak hari ini. Sebelumnya pada Desember lalu , OPEC+ memutuskan untuk meningkatkan produksi sebesar 0,5 juta barel per hari mulai Januari. Namun keputusan itu masih menuai pro dan kontra, mengingat kasus virus Corona makin melonjak.

Pemimpin OPEC Arab Saudi menyarankan sebelum adanya peningkatan produksi, lebih baik dilakukan percobaan dan pendekatan. Sementara anggota OPEC Uni Emirat Arab dan non-OPEC Rusia mengatakan mereka lebih memilih peningkatan produksi yang lebih cepat.

(zlf/zlf)

Tag Terpopuler