Rasio Elektrifikasi RI Sudah 99%, tapi Daerah Ini Masih Kurang Terang

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 07 Jan 2021 15:49 WIB
Komisi VII DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri ESDM Arifin Tasrif. Salah satu hal yang dibahas dalam rapat ituadalah wacana kenaikan harga elpiji 3 kg.
Menteri ESDM Arifin Tasrif/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi sebesar sebesar 99,99% di tahun 2021. Rasio elektrifikasi mencerminkan jumlah rumah tangga di Indonesia yang sudah menikmati aliran listrik.

Saat ini masih ada provinsi yang rasio elektrifikasinya di kisaran kisaran 80-90% atau lebih tepatnya 88%, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT). NTT merupakan satu-satunya wilayah yang rasio elektrifikasinya paling minim dibanding provinsi lain.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan pihaknya akan meningkatkan rasio elektrifikasi wilayah tersebut tahun ini, sehingga rasio elektrifikasi semua wilayah di atas 95% pada tahun ini.

"Jadi kalau lihat slide yang terpampang masih ada satu daerah yang harus kita tingkatkan karena masih berada pada level 80-90%, satu provinsi saja yaitu di NTT," kata Arifin dalam paparan kinerja Kementerian ESDM, Kamis (7/1/2021).

"Mudah-mudahan dalam tahun 2021 ini semua bisa angkat ke atas 95%," tambahnya.

Lebih lanjut, adapun realisasi rasio elektrifikasi di tahun 2020 sebesar 99,2%. Angka ini meningkat cukup banyak jika dibanding tahun 2014.

"Dalam 6 tahun terakhir rasio elektrifikasi meningkat 14,85% dari 2014 sebesar 84,35% dan mencapai 99,2% di 2020," ujarnya.

Berdasarkan data yang ia sampaikan, sebanyak 29 provinsi rasio elektrifikasinya di atas 95%. Hanya 4 provinsi yang rasio elektrifikasinya antara 90-95% yakni Kalimantan Tengah (94%), Sulawesi Tenggara (94%), Maluku (92%) dan Papua (94%).

(acd/ara)