Bank Sentral Prancis Mau Tinggalkan Investasi Batu Bara dan Migas

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 19 Jan 2021 21:45 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Bank Sentral Prancis berencana mengeluarkan batu bara dan membatasi eksposur gas dan minyak (migas) dalam portofolio investasinya pada 2024 mendatang. Hal itu diumumkan per Senin (18/1) kemarin sebagai komitmen dari pergeseran menuju aset yang lebih ramah lingkungan.

Banyak bank sentral berkomitmen untuk menghijaukan portofolio investasi mereka sebagai bagian dari dorongan kepada sistem keuangan agar lebih mendukung perekonomian yang tidak terlalu merusak lingkungan.

Dikutip dari Reuters, Selasa (19/1/2021), Bank of France mengelola 22 miliar euro (US$ 26,6 miliar) portofolio investasinya secara terpisah pada pembelian aset yang terkait dengan operasi kebijakan moneter.

Dalam sebuah pernyataan disebut bahwa pada akhir tahun ini Bank of France tidak akan lagi berinvestasi pada perusahaan yang menghasilkan lebih dari 2% pendapatannya dari perusahaan batubara dan mengurangi ambang batas menjadi nol pada akhir tahun 2024. Saat ini ambang batas tersebut berada di 10%.

Dikatakan juga, mereka akan membatasi investasinya lebih dari 10% pada perusahaan minyak atau 50% pada perusahaan gas per 2024 mendatang. Dengan begitu, berarti bank sentral berpotensi bakal menghindari perusahaan energi Prancis seperti Total.

Sejak tahun ini mereka mengatakan akan berpaling dari perusahaan yang memperoleh 10% pendapatannya dari minyak serpih atau gas, pasir ter atau eksplorasi di Kutub Utara atau perairan dalam. Sebagai pemegang saham, mulai tahun ini juga akan dilakukan pemungutan suara terhadap proyek bahan bakar fosil baru oleh perusahaan tempat mereka berinvestasi.

Bank of France tidak mengungkapkan secara rinci alokasi aset dari portofolionya.

(dna/dna)