Di Depan DPR, PGN Lapor Mau Bangun 50 Ribu Sambungan Jargas

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 27 Jan 2021 17:23 WIB
PGN
Foto: PGN
Jakarta -

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berencana membangun jaringan gas (jargas) sekitar 50 ribu sambungan rumah (SR) secara mandiri tahun ini. Kemudian, sebanyak 130.776 SR yang dibangun pemerintah dengan menggunakan APBN.

Demikian disampaikan Direktur Utama PGN Suko Hartono dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, Rabu (27/1/2021).

"Kemudian di tahun 2021 rencananya, APBN adalah 130.776 dan jargas mandiri yang dibiayai PGN 50.000," katanya.

Suko juga menuturkan, nantinya juga ada skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Langkah diharapkan dapat mempercepat pembangunan jargas sampai 500.000 SR.

"Di 2022 kami menargetkan 1,2 juta dan terus sampai di 2024 sehingga target 4,1 juta empat tahun ke depan bisa dipenuhi," sambungnya.

Dia menuturkan, jargas saat ini telah melayani 17 provinsi dan 60 kabupaten. Dari jumlah tersebut, investasi dari PGN sebanyak 114 ribu SR dan sebanyak 307 ribu berasal dari penugasan atau APBN.

"Di mana wilayahnya mungkin dari Sumatera sudah tersebar sampai juga dari Aceh sampai ke Sorong," sambungnya.

Adapun pasokan gas tersebut berasal dari 12 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Lalu, harga rata-rata beli tertimbang Rp 2.349/m3 dan harga jualnya di Rp 4.196/m3.

"Dan pemakaian rata-rata di rumah tangga kurang lebih 15 m3 setara 12 tabung Elpiji," ujarnya.



Simak Video "Detik-detik Pipa Gas Bocor di Lokasi Proyek Tol Layang Cakung"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)