300 SPBU di Bandung Raya dan Priangan Timur Sudah Layani Nontunai

Abu Ubaidillah - detikFinance
Minggu, 31 Jan 2021 16:19 WIB
Layanan nontunai di SPBU
Foto: dok. SPBU
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) memperluas layanan transaksi pembayaran di SPBU wilayah Bandung Raya dan Priangan Timur. Transaksi pembayaran diperluas melalui metode nontunai (cashless), yaitu lewat EDC kartu kredit/debit dan aplikasi MyPertamina.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan mengatakan layanan transaksi nontunai lewat aplikasi MyPertamina bisa diakses di lebih dari 300 SPBU wilayah Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang), serta Priangan Timur (Garut, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran).

"Dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Nontunai atau GNNT yang dicanangkan Bank Indonesia dan pemerintah, Pertamina terus mendorong konsumen di SPBU wilayah Bandung Raya dan Priangan Timur untuk bertransaksi melalui metode nontunai. Hal ini sekaligus upaya Perseroan menekan potensi penyebaran COVID-19 melalui media uang kertas yang berpindah dari satu orang ke orang lain," jelasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (31/1/2021).

Menurut Eko, Pertamina mencatat total nilai transaksi nontunai sepanjang tahun 2020 di SPBU wilayah Bandung Raya dan Priangan Timur lebih dari Rp 30 miliar. Ia mengatakan angka tersebut meningkat signifikan dibanding total nilai transaksi nontunai tahun sebelumnya.

"Kami turut mengapresiasi masyarakat di 11 Kota/Kabupaten Bandung Raya dan Priangan Timur yang mulai beralih bertransaksi dengan metode nontunai di SPBU. Semoga masyarakat dapat terus merasakan efisiensi, keamanan dan kenyamanan bertransaksi melalui metode nontunai," ungkapnya.

Eko mengungkapkan selain metode nontunai memberi keamanan dalam bertransaksi di masa pandemi, Pertamina juga memberikan harga lebih hemat bagi konsumen untuk pembelian Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex di aplikasi MyPertamina.

"Untuk konsumen setia yang bertransaksi melalui aplikasi MyPertamina, bisa lebih hemat 100 rupiah untuk setiap liternya. Promo berlaku mulai 1 Februari hingga 31 Maret 2021, di SPBU Pertamina yang sudah terkoneksi dengan aplikasi MyPertamina di seluruh Indonesia," jelas Eko.

Selain aman dan hemat, Eko mengatakan transaksi di MyPertamina juga lebih mudah, praktis, dan efisien. Konsumen bisa mengunduh aplikasi MyPertamina di Google Play Store dan App Store.

"Untuk daftar SPBU yang sudah terhubung dengan MyPertamina dapat dilihat di website https://mypertamina.id/spbu/," tambahnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Herawanto mengapresiasi dan mendukung upaya Pertamina untuk terus mendorong serta memperluas layanan transaksi nontunai di Jawa Barat. Menurutnya ini jadi terobosan penting untuk menyambut Pekan Ekonomi Digital 2021 yang digagas oleh Bank Indonesia.

Herawanto mengatakan selain menekan penularan COVID-19, masyarakat juga akan terhindar dari adanya uang palsu dan risiko kejahatan lain jika menggunakan transaksi nontunai. Sementara untuk SPBU, penggunaan nontunai akan membantu layanan lebih efisien, cepat, praktis, dan nyaman karena tidak perlu menyiapkan uang kembalian dan mengurangi biaya pengelolaan uang tunai secara signifikan.

"Seluruh penerimaan dan pengeluaran langsung tercatat di sistem dan tentu saja mengurangi potensi kebocoran serta menurunkan potensi risiko dari tindak kriminal," ujar Herawanto.

Ia juga mengatakan ke depan Bank Indonesia berharap Pertamina terus memperluas kanan dan instrumen pembayaran nontunai. Selain aplikasi MyPertamina dan EDC kartu kredit/debit, juga menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang sifatnya inklusif.

"Sehingga dapat digunakan dengan menggunakan seluruh aplikasi pembayaran, baik yang diterbitkan oleh bank (mobile banking) maupun non bank (mobile payment), dengan sumber dana yang berasal dari rekening bank atau uang elektronik server based. Bank Indonesia berharap Pertamina terus memperluas akses layanan non-tunai sehingga dapat menjangkau seluruh wilayah Jawa Barat bahkan nasional," tambahnya.

(prf/hns)