RI Mau Kuasai Industri Baterai Kendaraan Listrik Global 2025

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 01 Feb 2021 17:27 WIB
Mobil Listrik Smart
Ilustrasi/Foto: Carscoops
Jakarta -

BUMN dalam negeri keroyokan membentuk holding baterai mobil listrik untuk mempercepat pembangunan baterai kendaraan listrik di Indonesia. Mereka terdiri dari MIND ID, PT Antam Tbk, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero).

Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/EV Battery), Agus Tjahajana menargetkan holding itu akan ikut menguasai pasar dunia dengan menjadi pemain global baterai kendaraan listrik di 2025.

"BUMN memiliki ambisi besar untuk mengembangkan ekosistem baterai EV pada tahun 2025 dan menjadi pemain global," kata Agus dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI, Senin, (01/02/2021).

Agus menyebut pihaknya akan memanfaatkan Indonesia yang memiliki material bahan baku pembuatan baterai mobil listrik. Produksi nikel sulfat menurutnya sebesar 50-100 ribu ton per tahun bisa digunakan di dalam negeri dan ekspor.

"Pemain global material untuk produk antara baterai dengan target produksi perfusor sampai dengan katoda 120 sampai 20 ribu ton," jelasnya.

Demi mencapai cita-cita menjadi pemain global, saat ini sedang dilakukan penjajakan dengan calon mitra atau investor. Syarat yang harus dimiliki adalah memiliki jejak global dalam industri EV.

"Memiliki kekuatan finansial, memiliki rencana untuk ekspansi bisnis, dan memiliki reputasi merek yang baik," tambahnya menjelaskan syarat jadi investor.

Pihaknya telah membuat peta jalan (roadmap) terkait pengembangan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia. Di mana 2021 ditargetkan sudah mulai pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di seluruh Indonesia.

"2021 target capaian dimulainya pembangunan charging station atau SPKLU dan SPBKLU di seluruh Indonesia. Saat ini PLN sudah punya di 32 titik SPKLU pada 22 lokasi dan pilot project SPBKLU di 33 lokasi di berbagai kota Indonesia," bebernya.

"Tahun 2022 perusahaan manufaktur EV diharapkan mulai berproduksi di Indonesia dan produksi EV baterai dari hulu sampai hilir direncanakan akan mulai beroperasi pada 2024," tambahnya.

(aid/eds)