PT LEN Diminta Gabung Antam Cs di Holding Baterai Mobil Listrik

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 01 Feb 2021 18:48 WIB
BUMN di Proyek Baterai Mobil Listrik
Foto: BUMN di Proyek Baterai Mobil Listrik (Mindra Purnomo/tim infografis detikcom)
Jakarta -

Komisi VII DPR RI meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir agar mengikut sertakan PT LEN Industri (Persero) ke dalam holding baterai kendaraan listrik. Saat ini BUMN yang gabung baru terdiri dari MIND ID, PT Antam Tbk, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero).

"Saya minta Ketua Tim Percepatan Proyek EV (kendaraan listrik) mengusulkan ke Menteri BUMN agar LEN ini diikutsertakan ke dalam konsorsium BUMN untuk pembangunan industri baterai kendaraan listrik untuk memberikan dukungan mengenai Battery Management System," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Ramson Siagian saat RDP degan holding tersebut, Senin (1/2/2021).

Dia juga meminta agar Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/EV), Agus Tjahajana menyampaikan ke Menteri BUMN untuk benar-benar serius dalam menggarap proyek kendaraan listrik dan tidak hanya retorika semata. Dia minta segalanya terkait hal itu dipersiapkan dengan matang.

"Pak Agus tolong sampaikan ke Menteri BUMN agar ini jangan hanya konsumsi retorika politik, jangan untuk konsumsi menghadapi 2024 (Pemilu), tapi ini harus fakta untuk generasi mendatang. Jadi segala sumber daya harus digerakkan baik teknologi, kapasitas manajemen, sumber daya yang lain termasuk dana. Jadi ini betul-betul harus konkret," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin juga meminta agar LEN masuk dalam holding baterai kendaraan listrik. Kehadirannya dinilai dapat semakin mempercepat realisasi kendaraan listrik di Indonesia.

"Percaya (atau) tidak buatan Indonesia yang membangun istilahnya kelistrikannya itu PT LEN. Tadinya saya nggak yakin, nyatanya sampai sekarang bagus dan sudah ekspor sampai ke luar. LEN tadi menunjukkan apa yang dia sudah buat, sedangkan LEN belum masuk dalam tim ini. Oleh karena itu LEN haru masuk dalam tim ini," ucapnya.

Menjawab permintaan itu, Agus mengaku akan mendiskusikannya terlebih dahulu kepada Menteri BUMN. Pasalnya, dalam pembentukan holding itu dia tidak ada kewenangan untuk menentukan BUMN mana yang harus bergabung.

(aid/eds)