Mobil Listrik Digeber, Bos Inalum Usul Tarif Royalti Nikel Dipangkas

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 11 Feb 2021 13:16 WIB
Mobil Listrik Toyota Proace Verso Electric
Ilustrasi/Foto: Dok. Toyota
Jakarta -

Holding pertambangan BUMN MIND ID mengusulkan adanya penyesuaian pada iuran atau royalti untuk nikel kadar rendah. Hal itu sejalan dengan rencana pemerintah menggenjot kendaraan listrik, termasuk EV baterai di dalamnya.

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan, royalti pada batu bara telah dipangkas menjadi 0%. Dia berharap, penyesuaian royalti untuk nikel kadar rendah ini menjadi perhatian pemerintah.

"Kalau untuk batu bara kan sudah ada, batu bara dia pajaknya, iuran produksinya itu 0%, itu sudah ada. Tapi apakah ini akan berlaku untuk nikel kadar rendah, yang memang secara teknis pertambangan itu kan sebenarnya tadinya dianggap ikutan, mendadak ada EV battery ini jadi istimewa dia," katanya dalam acara Sosialisasi Kebijakan Mineral dan Batu Bara, Kamis (11/2/2021).

"Sekarang kita manfaatkan itu (kadar rendah), apakah ini ada iuran produksi dan lain-lain pajak yang terkait perlu disesuaikan? Saya rasa kebijakan-kebijakan menyangkut ini harus diperhatikan juga dimasukkan kebijakan minerba," sambungnya.

Pada kesempatan itu, ia berharap agar kebijakan di bidang minerba memiliki kekuatan untuk dieksekusi. Apalagi, kebijakan minerba kerap bersinggungan dengan sektor lain.

"Kalau kita bicara kebijakan dari kementerian, tentu kita ingin ada power untuk eksekusi. Jangan sampai kebijakan kita coba mengatur tapi kekuatannya, arahnya tidak lengkap.Kemauan ini kita tidak sesuai dengan kemampuan yang ada," sambungnya,

Lalu, ia juga menyoroti masalah pengelolaan tambang. Dia bilang, jangka waktu pengelolaan tersebut berpengaruh pada cara mengelola tambang.

"Jangka pengelolaan ini mempengaruhi bagaimana kita mengelola, misalnya perizinan diberikan perizinan yang kita dapat ini sekarang untuk waktu tertentu, bukan sesuai umur tambang. Kalau nggak sesuai umur tambang, ini berakibat cara kita menambang dan pemanfaatan sebesar-besarnya kemakmuraan rakyat pasti tidak tercapai, kenapa? Karena pasti kita akan melewati tambang yang kadar rendah, kadar yang tidak menarik pasti ditinggal," paparnya.

Orias juga menyoroti pemanfaatan di hilir. Menurutnya, koordinasi lintas instansi sangat penting sehingga komoditas tambang dapat dimanfaatkan dengan baik.

"Ini kan masuknya ke ranah perindustrian. Ini koordinasi penting sekali, jangan sampai bertepuk sebelah tangan. Kita mau semua di dalam negeri, tapi yang hilir ini tidak siap. Kita sudah terlanjur semua di dalam, nggak bisa dipakai juga, tidak dimanfaatkan secara baik," terang Orias.

Lihat Video: Hyundai Siapkan Mobil Listrik Murni Pertama di Indonesia!

[Gambas:Video 20detik]



(acd/eds)