Siapa yang Punya Andil Kembangkan Energi Terbarukan?

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 11 Feb 2021 14:42 WIB
Untuk Pertama Kalinya Penggunaan Energi Terbarukan di Eropa Salip Energi Fosil
Foto: DW (News)
Jakarta -

Indonesia dinilai bisa memenuhi net zero dan mengurangi emisi karbon pada 2050, jika dapat meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sampai 50% dalam Bauran Energi Nasional 2050. Saat ini, Kebijakan Energi Nasional (KEN) Indonesia telah mencanangkan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan sampai 31% pada 2050 dan 23% pada 2025.

Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Darma mengatakan energi terbarukan (ET) merupakan harapan dalam transisi energi dunia untuk memenuhi net zero dan mengurangi emisi karbon pada 2050 mendatang.

"Saat ini peran ET baru mencapai sekitar 10%. Ini berarti terdapat peluang pemanfaatan yang sangat besar untuk ET dan bisnis yang terkait dengannya," ujar Surya.

Tren transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan ini tentu saja semakin membuka lebar untuk merintis perusahaan atau entitas bisnis yang bergerak di bidang energi terbarukan. Partisipasi inklusif semua pihak, termasuk anak muda diperlukan untuk memastikan bahwa pembangunan berkelanjutan dapat menjangkau semua pihak.

"Oleh karena itu anak muda sudah harus memikirkan rencananya yang akan dilakukannya di masa depan agar berdampak signifikan akibat kesalahan perencanaan dan peran yang dimainkannya sekarang," ucapnya.

Menurut Surya, anak muda memiliki peran strategis dalam pengembangan energi terbarukan. Salah satunya yaitu keterlibatan di bidang pendidikan, penelitian, dan usaha. Untuk itu, anak muda diharapkan bisa memahami isu energi terbarukan sehingga dapat berperan aktif dalam pengembangan energi terbarukan pada masa yang akan datang.

Selain itu, Surya menjelaskan bahwa sektor energi terbarukan juga memerlukan lebih banyak wirausaha muda. Adapun langkah awal yang dapat dilakukan anak muda dalam pengembangan ET yakni dengan melakukan sosialisasi dan promosi secara masif tentang potensi dan pemanfaatan energi terbarukan.

"Banyak sekali upaya untuk membangun bisnis pemula jika tidak ikut bekerja pada perusahaan energi terbarukan yang sudah ada. Termasuk yang paling penting adalah sosialisasi betapa pentingnya energi terbarukan untuk masa depan," kata Surya.

Meski demikian, Surya menilai tidak perlu ada kebijakan khusus yang mengatur keterlibatan anak muda dalam pengembangan energi terbarukan. "Kebijakannya sama saja, tapi akan banyak sekali manfaatnya yang harus diambil anak muda," ujarnya.

(fdl/fdl)