Dunia Terbalik! Negara Kaya Minyak cs Bakalan Pusing Jualin Stoknya

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 16 Feb 2021 11:56 WIB
Cina Borong Minyak Dunia Saat AS Tutup Keran Impor
Ilustrasi Foto: DW (News)
Jakarta -

Negara eksportir bahan bakar fosil (eksportir minyak bumi, batu bara, dan gas alam) harus putar otak sedini mungkin menghadapi transasi ke ekonomi ramah lingkungan. Negara-negara itu harus mampu memanfaatkan semaksimal mungkin sumber daya fosilnya sebelum menjadi aset terdampar.

Demikian menurut laporan terbaru lembaga pemeringkat Fitch Rating, dikutip detikcom dari keterangan resminya, Selasa (16/2/2021).

Dalam beberapa dekade mendatang, negara eksportir bahan bakar fosil akan menghadapi kehilangan penerimaan ekspor yang drastis. Kemudian otomatis komoditas ini tak bakal jadi salah satu penyumbang PDB dan pendapatan pemerintah terbesar lagi di masa depan. Alhasil, akan bersisa banyak sekali aset terdampar sebab tidak adanya kesiapan diri menghadapi transisi ke ekonomi rendah karbon.

Aset terdampar merupakan aset-aset yang belum mencapai akhir usia keekonomiannya namun sudah tidak mampu untuk mendapatkan keuntungan ekonomi sebagai akibat dari perubahan yang terkait dengan transisi ke ekonomi rendah karbon.

Tingkat dan kecepatan penurunan permintaan bahan bakar fosil menjadi semakin tidak pasti. Potensi pasokan global yang berlebih akan membebani harga, berpotensi menambah kerugian akibat volume permintaan yang lebih rendah tadi.

Batubara akan menghadapi kehilangan pasar yang lebih cepat dan lebih banyak daripada minyak bumi dan gas alam. Produsen berbiaya tinggi akan disingkirkan lebih dulu. Negara berdaulat dengan neraca yang kuat dan punya kemampuan mendiversifikasi ekonomi mereka akan menjadi negara yang paling maju. Ketidakstabilan politik dan kenaikan biaya-biaya dapat memperkuat tantangan di masa depan.

Dalam skenario yang masuk akal, transisi tersebut akan mirip seperti krisis pendapatan minyak seperti yang terjadi pada tahun 2013-2016 dan pada 2018-2020.

Selama periode ini saja, ada dua negara eksportir minyak bumi yang tercatat gagal bayar dan tiga lainnya diturunkan peringkatnya setidaknya empat tingkat.

Simulasi pada Sovereign Rating Model Fitch menunjukkan bahwa hal itu kemudian dapat menyebabkan penurunan rating sebuah negara eksportir fosil sekitar satu tingkat ke bawah pada tahun 2040 dan dua hingga tiga tingkat pada tahun 2050.

Saksikan juga 'Mencari Sumur Tua Desa Ledok Grobogan':

[Gambas:Video 20detik]



(ang/ang)