Blok Rokan Mau Diambil Pertamina, 44 Sumur Dibor Tahun Ini

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 16 Feb 2021 15:56 WIB
Pertamina akan mengelola Blok Rokan, blok migas yang disebut-sebut terbesar di Indonesia. Di dunia, ada sederet blok migas terbesar juga lho. Ini daftarnya.
Foto: Istimewa
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) menyiapkan sejumlah strategi untuk mengambil alih Blok Rokan. Blok ini akan dioperasikan Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) pada 9 Agustus 2021.

"Kami lakukan koordinasi secara intensif bersama SKK Migas dan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), terutama untuk transisi 9 bidang utama demi menjamin keberlangsungan seluruh kegiatan operasi dan kegiatan rutin pasca blok dioperasikan oleh PHR," kata Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), RP Yudantoro dalam keterangannya, Selasa (16/2/2021).

Sembilan bidang utama transisi Rokan meliputi drilling work over, pasokan listrik dan uap, kontrak dan SCM, IT dan petroteknikal, data transfer, human capital, SOP dan perizinan, Chemical EOR, serta lingkungan dan ASR (Abandonment and Site Restoration).

PHR juga telah menyiapkan program jangka panjang untuk mempertahankan produksi dan menahan laju penurunan minyak. Blok Rokan adalah blok yang secara natural sudah mengalami penurunan produksi dari tahun ke tahun.

Setidaknya akan ada 44 sumur pengembangan yang akan dilakukan pengeboran di tahun 2021 pasca Blok dialihkan ke Pertamina. Lalu, direncanakan adanya 40 sumur pengembangan tambahan lainnya sesuai diskusi dengan SKK Migas.

Yudantoro menjelaskan selain pengeboran sumur pengembangan, dalam jangka panjang telah disiapkan pula program-program lainnya berupa infill drilling, pengeboran sumur eksplorasi, workover/well intervention, optimasi program waterflood dan steamflood, CEOR, serta program lainnya untuk menambah cadangan.

"Sesuai dengan jangka waktu kontrak bagi hasil dengan pemerintah, Blok Rokan akan dioperasikan hingga tahun 2041 oleh PHR. Pada masa itu kami harus memastikan Blok Rokan terus dapat berkontribusi maksimal terhadap produksi nasional melalui berbagai program yang kami jalankan," kata Yudantoro.

Untuk diketahui, Blok Rokan merupakan blok penyumbang produksi sebanyak 24% terhadap produksi nasional. Saat ini, blok tersebut dioperasikan oleh PT Chevron Pacific Indonesia dengan rata-rata produksi pada kisaran 165 ribu barrel per hari. Blok Rokan memiliki lima lapangan besar yaitu Duri, Minas, Bangko, Balam South, dan Petapahan yang tersebar di lima kabupaten di Provinsi Riau.



Simak Video "Saksikan Blak-blakan Jonan: Pertamina Rebut Blok Rokan"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)