Terpopuler Sepekan

Saat Warga Mendadak Tajir Gegara Proyek Kilang Minyak RI-Rusia

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 20 Feb 2021 14:15 WIB
Pengembangan Kilang Minyak Balikpapan terus dilakukan. Dengan adanya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP), kapasitas produksi anak anak 38%.
Ilustrasi/Foto: Suhandi Ridho
Jakarta -

Warga di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban mendadak jadi miliarder usai menerima uang ganti rugi proyek kilang minyak kerja sama Pertamina dan perusahaan asal Rusia, Rosneft. Setelah menerima uang ganti rugi itu, rata-rata warga di sana langsung borong mobil baru yang kemudian bikin geger netizen di media sosial.

Aksi borong mobil itu dibenarkan oleh Kades Sumurgeneng, Gihanto.

Menurutnya, warga beramai-ramai memborong mobil baru usai menerima uang ganti rugi pembebasan lahan untuk pembangunan kilang minyak, dari Pertamina dan Rosneft, perusahaan asal Rusia.

Tanah warga dibayar dengan harga Rp 600 ribu sampai Rp 800 ribu per meternya. Ia menambahkan, uang ganti rugi dari proyek kilang minyak yang diterima warga terbilang banyak sehingga mereka memutuskan membeli mobil, yang bisa digunakan untuk sehari-hari.

"Sampai sekarang sudah ada sekitar 176 mobil baru yang datang. Terakhir kemarin ada 17 mobil baru," kata Gihanto saat dihubungi detikcom, Selasa kemarin (16/2/2021).

Menurutnya, rata-rata warga mendapatkan uang ganti rugi pembebasan lahan oleh Pertamina Rp 8 miliar. Lalu ada warga dengan kepemilikan lahan 4 hektare yang menerima Rp 26 miliar. "Ada juga warga Surabaya yang memiliki lahan di sini mendapat Rp 28 miliar," imbuh Gihanto.

Sementara, dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Rabu (17/2/2021), Pertamina dan Rosneft tengah menjalin kerja sama untuk proyek pembangunan dan pengoperasian kilang minyak yang terintegrasi dengan kompleks petrokimia (New Grass Root Refinery and Petrochemical/NGRR) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Keduanya kemudian membentuk perusahaan patungan bernama PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP). Dalam usaha patungan ini (joint venture), kepemilikan saham Pertamina 55% dan Rosneft 45%.

Hal itu pun kemudian ditindaklanjuti penandatangan kontrak PRPP dengan Spanish Tecnicas Reunidas SA (TRSA) di Moskow, Rusia pada 28 Oktober 2019 lalu. Penandatanganan dilakukan oleh Kadek Ambara Jaya, Project Coordinator NGRR Tuban dari Pertamina, Pavel Vagero, Finance Director PT PRPP dari Rosneft, dan Miguel Paradinas, Direktur Jenderal TRSA. Penandatanganan disaksikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Menko Perekonomian RI Montty Giriana dan Kuasa Usaha Ad Interim/Wakil Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Azis Nurwahyudi.

(eds/eds)