Genjot Energi Terbarukan, PLN Tunda Proyek PLTU

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 02 Mar 2021 17:58 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) IPP Jawa 7 di Bojonegara, Banten beroperasi mulai Oktober 2019. Begini penampakannya dari udara.
Foto: Dok. PLN
Jakarta -

PT PLN (Persero) mulai menunda proyek-proyek PLTU yang belum financial close. PLN tengah mencari alternatif energi yang ramah lingkungan.

Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pihaknya meyakini pembangkit yang memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) akan lebih murah ke depannya.

"Proyek-proyek listrik PLTU yang belum financial closing sudah mulai kita postpone. Kita hentikan. Kita coba usahakan mencari alternatif-alernatif yang lebih ramah lingkungan. Tapi juga kita lihat potensi penurunan cost dari energi baru terbarukan semakin turun sehingga sejalan waktu kita yakin EBT lebih murah dari fosil fuel," paparnya dalam acara bertajuk Siapkah Indonesia Tanpa Energi Fosil, Selasa (2/3/2021).

Dia yakin pembangkit dari bisa bersaing dengan PLTU yang memanfaatkan batu bara. Dulu, kata dia, listrik dari batu bara paling murah.

"Dulu 10 tahun aja sekitar 5,5 sen, energi surya mendekati 30 sen. Tapi ke depan energi semakin murah, energi surya itu ke depan tanpa baterai ya sudah mendekati 3,6-3,7 sen, sedangkan dari batu bara masih 5,5-6 sen," terangnya.

"Dengan baterai masih mahal 12 sampai 15 sen bahkan daerah terpencil sampai 19 sen," tambahnya.

Meski begitu, dia menuturkan, manusia berinovasi. Hal itu sebagaimana terjadi pada baterai lithium yang saat ini semakin murah.

"Ke depan semakin murah. Dengan catatan dengan volume baterai, massa baterai yang sama intensitas energi semakin tinggi," katanya.

(acd/zlf)