Menteri ESDM Sebut Badan Geologi Banyak Kontribusi di Hulu, Apa Saja?

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Selasa, 23 Mar 2021 14:41 WIB
Menteri ESDM Arifin Tasrif
Foto: ESDM
Jakarta -

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif menilai badan geologi telah banyak berkontribusi bagi Indonesia khususnya di bagian hulu. Kontribusi tersebut meliputi penyelidikan dan eksplorasi sumber daya mineral yang diarahkan untuk menemukan endapan-endapan mineral baru dan critical mineral.

Menurut Arifin, hal itu dilakukan Badan Geologi untuk peningkatan status sumber daya, baik terhadap komoditi utama ataupun mineral hingga memitigasi bencana kegeologian serta pemetaan tata ruang.

"Badan geologi berkontribusi dalam pencapaian tujuan pembangunan nasional terutama di bagian hulu yang meliputikebencanaan geologi seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, tanah longsor, banjir, hingga amblesan tanah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (23/3/2021).

"Selain itu, ada juga potensi sumber daya geologi seperti mineral, batubara, air tanah, migas dan panas bumi, geologi teknik, geologi struktur dan lingkungan seperti rekomendasi kawasan karst, warisan geologi, dan lain-lain," imbuhnya sesaat sebelum membuka Forum Geologi Nasional tahun 2021.

Dia menuturkan berdasarkan RPJMN 2020-2024, Badan Geologi berkontribusi dalam mendukung agenda pembangunan nasional, yaitu agenda ke-1, memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas, agenda ke-5, memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar, dan agenda ke-6, membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, dan perubahan iklim untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Kontribusi Badan Geologi untuk agenda 1, terutama dalam hal pengelolaan sumber daya ekonomi, Badan Geologi antara lain mendukung melalui pelaksanaan program eksplorasi panas bumi oleh pemerintah dengan survei geosains (3G) dan slim hole drilling di 20 wilayah prospek," ungkapnya.

"Diperlukan peran lebih besar dari Pemerintah dalam menyediakan data potensi panas bumi di masa datang yang diharapkan akan menurunkan tingkat risiko pengembangan panas bumi sehingga akan menarik peran investor,"imbuh Arifin.

Dalam rangka untuk pemenuhan energi dalam negeri dan pertumbuhan ekonomi, Badan Geologi juga melakukan penyelidikan sumber daya mineral dan batubara, gas metana batubara, serta pemetaan dan survei umum cekungan migas, lanjut Arifin.

Senada dengan Menteri ESDM, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono mengatakan Geologi dapat disebut sebagai dasar bagi pengembangan pertambangan mineral dan energi sekaligus penataan lingkungan, penanggulangan bencana geologi sebagai dasar penyelidikan geologi dan eksplorasi.

Menurutnya, geologi mengkaji bumi, meliputi susunan fisiknya, strukturnya, sejarah terjadinya, fosil kehidupan di masa lalu, sumber daya mineral dan energi yang dikandungnya, dan bencana geologi.

Pengetahuan dan informasi geologi dari berbagai kegiatan penyelidikan geologi dan eksplorasi dikatakan Eko merupakan data dasar bagi kegiatan pencarian bahan tambang. Oleh karena itu, dapat disimpulkan tidak akan ada pertambangan bila tidak dilakukan pemetaan geologi, penyelidikan geologi terlebih dahulu

"Data geologi juga bermanfaat untuk penataan ruang, pembangunan prasarana, konservasi geologi, dan penanggulangan bencana geologi. Dalam kerangka penanggulangan bencana geologi Badan Geologi berkomitmen untuk terus mengedepankan upaya perlindungan sekaligus turut mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera," pungkasnya.

Tonton juga Video: Penjelasan Badan Geologi soal Erupsi Anak Krakatau dan Dentuman

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ara)