100 Anjungan Migas Nganggur, Mau Diapain?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 24 Mar 2021 06:45 WIB
Harga Minyak Jatuh, Laba Perusahaan Migas Anjlok
Ilustrasi/Foto: BBC
Jakarta -

Sebanyak 100 anjungan minyak dan gas (migas) lepas pantai atau offshore platform tak lagi beroperasi atau menganggur, dari total 634 anjungan yang tersebar di seluruh Indonesia. Anjungan menganggur itu tak bisa dibiarkan karena bisa memberi dampak negatif bagi lingkungan dan navigasi.

Anjungan menganggur harus segera dipotong atau dilakukan decommissioning, yakni kegiatan penutupan fasilitas dan pemulihan kondisi lingkungan sekitar fasilitas, yang merupakan salah satu tahapan dalam siklus proyek migas.

Namun, biaya untuk melakukan decommissioning juga cukup besar, bahkan mencapai miliaran rupiah untuk satu anjungan.

Berdasarkan kajian Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), ada 4 pilihan decommissioning anjungan offshore. Pertama dialihkan fungsinya menjadi terumbu karang (rig-to-reef), kedua menjadi fasilitas perikanan (fish farm), fasilitas sea adventure, atau terakhir menjadi fasilitas penyimpanan dingin perikanan (fishery cold storage).

Di tahun 2021 ini, ada 3 anjungan migas offshore menganggur yang akan dilakukan decommissioning menjadi terumbu karang (rig-to-reef). Anjungan tersebut berlokasi di wilayah kerja (WK) East Kalimantan-Attaka.

Biaya yang diperlukan untuk decommissioning 3 anjungan tersebut cukup besar, yakni sekitar US$ 20-21 juta, atau sekitar Rp 288-302 miliar (kurs Rp 14.447). Decommissioning perlu dilakukan pada anjungan yang menganggur untuk mencegah dampak negatif pada lingkungan dan navigasi.

"Biayanya bervariasi, tapi perkiraan yang project yang di Attaka, ada perkiraan sekitar US$ 6-7 juta US$. Ada 3 platform tadi, jadi rata-rata sekitar US$ 20-21 juta untuk 3 platform, cukup besar biayanya," ujar Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno dalam webinar PII Learning Center, Selasa (23/2/2021).

Adapun target pemerintah sepanjang 2021 ini ialah melakukan decomissioning 10 anjungan.

Selain lapangan Attaka, ada 4 anjungan yang juga ditargetkan untuk decommissioning, yakni lapangan Yakin yang juga berlokasi di WK East Kalimantan-Attaka. Kedua blok dikelola oleh PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT). Kemudian, 3 anjungan lainnya berlokasi di WK Offshore North West Java (ONWJ) yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ.

Simak juga '3 Pukulan Telak Corona Buat Pertamina, Apa Saja?':

[Gambas:Video 20detik]



(vdl/ara)

Tag Terpopuler