Wujudkan Mandiri Ekonomi, Pertamina Bangun Pertashop di Pesantren

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Minggu, 11 Apr 2021 18:47 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Pertamina mengembangkan kemitraan Pertashop yang diluncurkan sejak 2018 dengan menggandeng berbagai sejumlah Kementerian. Diketahui, pada 2020 lalu Pertamina menggandeng Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM)

Adapun untuk tahun 2021 ini Pertashop mulai berkolaborasi dengan Pesantren guna menunjang dan memberi manfaat yang lebih luas untuk mendukung kemandirian ekonomi Pesantren salah satunya dengan peresmian Pertashop di Pondok Pesantren Nurul Quran, Karang Pucung, Kabupaten Cilacap.

Menteri BUMN sekaligus Masyarakat Ekonomi Syariah Erick Thohir menyampaikan kehadiran Pertashop di Pondok Pesantren tentunya akan menggerakkan roda perekonomian dan menciptakan lapangan kerja di sekitarnya.

"Selama terjadi pandemi, ada dua isu utama yang perlu kita selesaikan bersama, yaitu pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Saya mengucapkan terima kasih kepada Dirut Pertamina didukung oleh BPH Migas yang telah menginisiasi program Pertashop di Pondok Pesantren, sehingga ekonomi ummat menjadi kuat dan pondasi kebangsaan terus berjalan," ungkap Erick dalam keterangan tertulis, Minggu (11/4/2021).

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengatakan Pertashop merupakan satu-satunya lembaga resmi penyalur BBM skala kecil dari Pertamina. Ia menambahkan hal ini merupakan tindak lanjut antara MoU Pertamina dengan Kemendagri tahun 2020.

"Kita rencanakan memang ada satu outlet di setiap desa di 73 ribu desa yang ada di Indonesia. Dan tahun ini kita targetkan terbangun 10.000 outlet Pertashop," ujar Nicke.

Nicke menilai Program Pertashop juga sejalan dengan tanggung jawab Pertamina sebagai BUMN untuk menjadi roda penggerak perekonomian masyarakat khususnya di daerah.

"Alhamdulillah saat ini kerja sama dengan pesantren untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren dan ini juga akan membantu masyarakat untuk mendapatkan BBM yang ramah lingkungan dan dengan harga yang sama dengan di SPBU," imbuh Nicke.

Nicke berharap adanya peran para pengusaha daerah untuk bisa ikut berpartisipasi dalam menyukseskan Program Pertashop sehingga terbangun Pertashop di setiap desa sejalan dengan Program One Village One Outlet (OVOO).

Ia merinci saat ini sudah ada 1.112 unit Pertashop beroperasi yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Untuk tahun 2021, lanjutnya, Pertamina menargetkan sebanyak 10 ribu Pertashop baru dapat beroperasi.

Khusus di wilayah Jawa Bagian Tengah, ungkapnya, terdapat hampir 200 unitPertashop yang siap melayani kebutuhan energi masyarakat. Ia pun mengungkap hingga tahun 2024 Pertamina menargetkan membangun 40 ribu Pertashop.

Nicke menjelaskan seluruh informasi dan pendaftaran kemitraan Pertashop dapat diketahui melalui ptm.id/MitraPertashop. Ia memaparkan syarat utama kemitraan yang terdiri dari dua (2) kriteria, yakni Kriteria Administrasi Persyaratan dan Kriteria Lokasi.

Untuk pola kerja samanya, jelas Nicke, ada tiga (3) tipe yang ditawarkan yaitu Gold (210 m² kapasitas tangki 3 Kilo Liter), Platinum (300 m² kapasitas tangki 10 KL), dan Diamond (500 m² kapasitas tangki 10 KL). Menurutnya, perbedaan besaran lahan akan berpengaruh terhadap layanan bisnis non-fuel retail (NFR) yang dapat beroperasi, misalkan agen pulsa, toko sembako, minimarket, kafe/restoran, bengkel, dan bisnis turunan lainnya.

"Pemerataan energi menjadi tugas dan amanah Pemerintah melalui Pertamina dapat tercapai lebih cepat dan tepat. Di sisi lain, kami akan menggerakkan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat dan daerah," pungkas Nicke.

Sebagai informasi, peresmian Pertashop di Cilacap ini dihadiri juga oleh Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, Fanshurullah Asa serta Dewan Pertimbangan Presiden, Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya.

(ega/ega)