Resmikan Pertashop di Ponpes, BPH Migas: Bantu Negara Kurangi Subsidi

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Minggu, 11 Apr 2021 21:39 WIB
Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa
Foto: BPH Migas
Jakarta -

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) M. Fanshurullah Asa mengatakan pemerintah wajib menjamin ketersediaan, distribusi, dan kelancaran bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini ia ungkapkan berdasar pada amanat Undang-Undang Migas No. 22 Tahun 2001.

Ifan, sapaan akrab Kepala BPH Migas, menjelaskan BPH Migas melakukan salah satu upaya untuk menjamin ketersediaan dan distribusi BBM di wilayah yang belum terjangkau atau jauh dari SPBU yakni melalui Pertashop.

Untuk itu, Ifan menyampaikan pihaknya meminta Pertamina dan badan usaha lainnya untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mini.

Dalam mewujudkan upaya tersebut, Ifan bersama dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Dirut Pertamina Nicke Widyawati, serta Anggota Wantimpres Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya meresmikan Pertashop milik pondok pesantren (Ponpes Nurul Qur'an) di Karangpucung, Cilacap.

Ia mengungkapkan kehadiran Pertashop di Ponpes tak hanya menjamin ketersediaan dan distribusi BBM tapi juga dimaksudkan untuk pemerataan ekonomi dan peluang usaha. Ke depannya, Ifan berharap pembangunan Pertashop ini dapat membuka lapangan kerja dan pada akhirnya akan memperkuat ketahanan ekonomi umat.

"Sebagai info, kami sampaikan total pesantren yang ada di Indonesia ada 27.722 pesantren. Ini potensi umat, potensi rakyat untuk kebangsaan kita, membuat ekonomi kerakyatan, apalagi Bapak Menteri BUMN sekaligus sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah," kata Ifan dalam keterangan tertulis, Minggu (11/4/2021).

Mendukung upaya tersebut,Ifan menyampaikan pihaknya akan bersinergi dengan Pertamina, pemerintah daerah, dan pesantren untuk mewujudkanSPBU mini sepertiPertashop di kompleks PonpesNurul Qur'an.

Ia menambahkan, kehadirannya beserta sejumlah perwakilan dalam peresmian ini merupakan wujud nyata komitmen bersama keumatan, kerakyatan, dan kebangsaan yang dipimpin Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Menurutnya, berdasarkan data BPS jumlah pesantren di Indonesia sebanyak 27.772 dan jumlah santri 4,1 juta merupakan potensi untuk membangkitkan ekonomi umat. Sementara merujuk pada data BPH Migas, Ifan menjelaskan jumlah BBM subsidi dan penugasan (premium) hampir 26 juta KL/tahun

Untuk itu, terangnya, BPH Migas yang bertugas mewakili Pemerintah akan menjamin ketersediaan dan distribusi BBM di seluruh NKRI. Ia pun menyampaikan setelah ini BPH Migas akan menindaklanjuti koordinasi dengan Ketum MES untuk percepatan perwujudan itu.

"Apabila Pertashop bisa dibangun di pesantren-pesantren maupun desa-desa , maka bisa membantu negara mengurangi subsidi, sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat, pertumbuhan ekonomi kerakyatan," ungkap Ifan.

Ifan menyampaikan setelah iniBPH Migas juga akan menindaklanjuti koordinasi dengan Ketum MES untuk percepatan perwujudan pembangunanPertashop.

Kepala BPH Migas Fanshurullah AsaKepala BPH Migas Fanshurullah Asa Foto: BPH Migas

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir meminta BUMN untuk tidak menjadi menara gading. Ia berharap agar seluruh BUMN dapat berpartisipasi dalam pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

"Dalam kondisi pandemi seperti ini ataupun setelah pandemi, dua isu yang harus ditekankan, (yaitu) pemerataan ekonomi di mana tidak mungkin yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin," ujar Erick.

Erick menilai isu kedua yang tidak kalah pentingnya adalah penciptaan lapangan kerja karena adanya pandemi telah banyak membuat warga kehilangan lapangan kerja.

"Karena itu, kami pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian BUMN, lalu juga ada BPH Migas, dan juga pemerintah daerah, kita coba sinergikan dua program ini, pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja," katanya.

"Salah satu yang saya rasa luar biasa, terima kasih kepada Bu Nicke (Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, red.) yang memang secara bersama-sama kita ingin mentransformasi BUMN ini supaya dekat dengan rakyatnya. Salah satu programnya yang juga didukung oleh BPH Migas, yaitu Pertashop," imbuhnya.

Melihat pembangunan Pertashop ini, Erick menilai kehadiran Pertashop sangat menguntungkan kedua belah pihak yang bekerja sama.

"Apakah pihak dari pesantren ataupun pengusaha daerah. Kenapa menguntungkan? Karena Pertamina sudah mempunyai kekuatan suplai dan hulunya. Ini yang bisa membuat pesantren dan pengusaha daerah bisa mendapatkan untung, dan bisa berkompetisi secara terbuka," pungkas Erick.

Erick mengatakan dari program 10.000Pertashop yang direncanakan Pertamina pada tahun 2021, pihaknya mencoba mengalokasikan 1.000Pertashop untuk pesantren. Menurutnya, hal itu dilakukan supaya pesantren bisa mandiri, ekonomi umat bisa kuat, dan fondasi kebangsaan warga negara Indonesia bisa berkelanjutan.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menegaskan program Pertashop direncanakan minimal ada satu "outlet" di satu desa.

"Jadi program ini ya harus merata di seluruh desa di Indonesia, sehingga untuk tahun ini saja, kita rencanakan 10.000 (Pertashop)," tutur Nicke.

Menurutnya, hal itu sesuai dengan tanggung jawab BUMN sebagai roda penggerak perekonomian masyarakat khususnya di daerah.

"Dan ini alhamdulillah, kita bekerja sama dengan pesantren untuk pemulihan ekonomi pesantren," ucapnya.

Nicke mengatakan kehadiran Pertashop akan membantu masyarakat untuk mendapatkan BBM jenis Pertamax yang ramah lingkungan dengan harga yang sama seperti di SPBU. Untuk itu, ia berharap para pengusaha di daerah dapat ikut berpartisipasi dan pihaknya mendukung program Kementerian BUMN.

Sementara itu, Wantimpres Habib Luthfi bin Ali bin Yahya menyampaikan hari peresmian ini merupakan hari penuh rahmat yang juga penting bagi ekonomi, serta pertanian untuk ketahanan pangan.

Ia pun menjelaskan sejarah membuktikan para pendahulu kita maju dalam teknologi, untuk itu ia mengajak masyarakat untuk selalu optimis. Fakta membuktikan, lanjutnya, kebhinekaan sudah dibentuk oleh para leluhur bangsa ini.

"Saatnya setiap Pesantren memiliki kekuatan ekonomi, salah satunya melalui Pertashop," ujar Habib Luthfi.

Terlebih, lanjutnya, sejauh mana bisa memberikan kontribusi untuk bangsa ini dimulai dari hal kecil sekalipun.

Diketahui, saat berdialog dengan Menteri BUMN Erick Thohir, penanggung jawab Pertashop Ponpes Nurul Quran, Sumaryanto mengatakan harga jual Pertamax di Pertashop tersebut sesuai dengan harga yang ditentukan, yakni Rp9.000 per liter.

"Insya Allah, kami bisa menjual 400-1.000 liter per hari," ungkapnya.



Simak Video "BUMN Akan Bangun 1.000 Pertashop di Pesantren"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)