Ikut Hannover Messe, Pertamina Dukung Pembangunan Hijau Lewat Cara Ini

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Selasa, 13 Apr 2021 17:57 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) mendukung transformasi industri 4.0 lewat percepatan agenda transisi energi guna mendorong peralihan konsumsi energi dari fosil menjadi energi baru terbarukan (EBT). Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo pada pembukaan Hannover Messe 2021.

Jokowi menekankan pentingnya 3 aspek utama dalam mempersiapkan roadmap Industri 4.0 di Indonesia, yakni penguatan SDM, menciptakan iklim investasi yang kondusif, dan investasi pembangunan hijau.

Menurut Jokowi, pandemi menjadi momentum untuk melakukan pembangunan hijau. Adapun beberapa terobosan yang sudah dilakukan di Indonesia, salah satunya pengembangan biodiesel atau green diesel dari minyak sawit dan pemasangan solar panel. Berbagai proyek ini diharapkan dapat membuat lapangan pekerjaan baru sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan Pertamina sebagai salah satu peserta dalam ajang Hannover Messe 2021 siap mendukung pembangunan hijau dan berkelanjutan yang dijabarkan dalam 8 inisiatif energy transition.

"Kami sangat bersungguh-sungguh untuk menjalankan transisi energi yang menjadi tujuan bersama untuk mengurangi pemanasan global dan mencapai keberlanjutan energi," ucap Nicke dalam keterangan tertulis, Selasa (13/4/2021).

Nicke menilai pemerintah telah menetapkan target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050. Untuk itu, Pertamina sebagai BUMN energi terus berupaya untuk meningkatkan kontribusinya bagi kemajuan bauran energi.

Demi mewujudkan target tersebut, Nicke menjelaskan Pertamina melakukan konversi kilang untuk memproduksi green fuel seperti green diesel, green avtur dan green gasoline, melanjutkan pengembangan bio-energy seperti biomassa dan bioetanol. Selain itu, Pertamina juga terus mengoptimalkan potensi dan meningkatkan kapasitas terpasang panas bumi, serta utilisasi green hidrogen.

Tidak hanya itu, Nicke menyebut Pertamina turut berperan dalam integrasi ekosistem EV Battery dan Energy Storege di Indonesia dengan menjalin kerja sama dengan beberapa BUMN lainnya.

"Kami juga memperkuat gasifikasi terintegrasi untuk melayani pelanggan di sektor transportasi, rumah tangga, dan industri dalam rangka mengurangi emisi," terangnya.

Di bidang pembangkit listrik, lanjut Nicke, Pertamina terus meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan melalui solar power plant di berbagai area operasi Pertamina serta biogas power plant di Sei Mangkei. Dia mengatakan Pertamina juga melakukan upaya untuk mengurangi jejak karbon dengan menerapkan Carbon Capture, Utilization and Storage dalam rangka peningkatan produksi di beberapa lapangan migas.

Diungkapkan Nicke, ke depan Pertamina akan terus melanjutkan transformasi, dengan memanfaatkan kapabilitas, portofolio, memperluas kemitraan, dan memperkuat kemampuan keuangan perusahaan.

"Lebih penting lagi, kami akan terus bekerja secara harmonis dengan masyarakat melalui penerapan inisiatif ESG (Environment, Social & Governance) di seluruh aspek operasional dan bisnis Pertamina serta mendorong peningkatan dari aspek kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi secara inklusivitas sebagaimana semangat Energizing Sustainable Future," pungkasnya.

(mul/ega)