Gas Rumah Kaca Bisa Bikin Bencana, Luhut Siapkan Rencana

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 16 Apr 2021 16:42 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia sedang berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca. Targetnya, pengurangan akan dilakukan sebesar 29% dengan menggunakan sumber daya dalam negeri.

Luhut juga mengatakan pemerintah sudah meminta bantuan pihak internasional dalam sektor keuangan, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas skenario bisnis untuk mendorong pengurangan emisi hingga 41% di tahun 2030.

"Kami berencana mengurangi 198,27 juta ton emisi pada tahun 2025 dan hingga 314 juta ton pada tahun 2030," ungkap Luhut dalam keterangannya, Jumat (16/4/2021).

Luhut menjelaskan sektor energi bisa menyumbang pengurangan emisi terbesar. Potensi pengurangan emisi gas rumah kaca dari sektor energi bisa mencapai 314-398 juta ton, syaratnya dengan mengembangkan energi terbarukan.

Pemerintah sendiri menargetkan bauran energi baru terbarukan secara nasional bisa mencapai 23% pada tahun 2025. Puncaknya, bauran energi baru terbarukan bisa mencapai 31% secara nasional di 2050.

"Strategi energi terbarukan kami meliputi panas bumi, tenaga air, solar PV, bioenergi, dan angin. Kami berkomitmen untuk mempercepat pengembangan proyek energi terbarukan di Indonesia dan membuka calon investor untuk berpartisipasi dalam proyek energi terbarukan di masa depan," papar Luhut.

Luhut menyampaikan bahwa pemerintah akan melakukan segala upaya untuk mempercepat kemajuan bauran energi terbarukan. Menurutnya, Bali, Danau Toba dan kawasan ekonomi khusus dapat menjadi percontohan upaya percepatan tersebut.



Simak Video "Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Jual-Beli Gas Bumi di Sumsel"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/dna)