5 Teknologi RI buat Dorong EBT, Ada Nuklir

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 20 Apr 2021 16:10 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno usai berdiskusi dengan Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro di Aula Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (9/2/2021).
Foto: Kemenparekraf
Jakarta -

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan pihaknya telah menyiapkan lima teknologi dalam untuk meningkatkan bauran energi baru terbarukan di Indonesia. Lima teknologi tersebut sudah masuk dalam Prioritas Riset Nasional 2020-2024.

Berikut ini 5 pengembangan teknologi yang digunakan untuk mempercepat penggunaan EBT di Indonesia:

1. BBM Kelapa Sawit

Teknologi yang pertama adalah penggunaan bahan bakar dari bahan nabati, tepatnya menggunakan bahan kelapa sawit. Bambang menjelaskan pemerintah ingin menghasilkan bahan bakar minyak berupa bensin hingga avtur 100% dari bahan kelapa sawit. Dengan begitu impor BBM bisa dikurangi.

"Idenya kita bisa hasilkan bensin, diesel, dan avtur itu 100% berasal dari bahan baku kelapa sawit. Tujuan akhirnya kita bisa kurangi impor dari BBM," ujar Bambang dalam konferensi pers virtual via YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (20/4/2021).

Dia menjelaskan saat ini katalis sudah dikembangkan Institut Teknologi Bandung dan hal itu sudah diuji coba pada kilang milik Pertamina.

"Tidak lama lagi, kita akan masuk skala produksi untuk diesel, bensin, maupun avtur," ungkap Bambang.

2. Biogas

Teknologi berikutnya adalah pemanfaatan biogas. Menurutnya teknologi ini akan sangat memudahkan penyediaan listrik di daerah yang terpencil.

"Kedua adalah biogas. Ini sudah banyak dipakai terutama di perkebunan sawit. Ini jadi alternatif terbaik untuk penyediaan listrik di tempat terpencil," ungkap Bambang.

Saat ini, teknologi biogas sudah banyak dikembangkan dan harapannya akan segera bisa dipakai secara luas.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

Teknologi yang berikutnya adalah pembangkit listrik tenaga panas bumi, namun dalam skala kecil. Menurut Bambang kandungan panas bumi di nusantara belum banyak bisa dimaksimalkan.

Hal itu terjadi karena investasi pembangkit besar sangat mahal harganya. Maka dari itu, pihaknya sedang mengembangkan pembangkit skala kecil.

"Indonesia punya kandungan panas bumi terbesar d dunia. Namun masih sedikit pemanfaatannya, kendalanya adalah skala pembangkitnya yang terlalu besar dan memakan investasi yang mahal," ungkap Bambang.

4. Baterai Listrik

Pengembangan teknologi berikutnya adalah baterai listrik. Sederet pengembangan dilakukan pada komponen baterai listrik.

Mulai dari alat pengisian kilat alias fast charging, dan juga teknologi tukar baterai. Hal ini dilakukan untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

"Kita kembangkan baterai listrik, kita kembangkan baterai lithium, dan juga fast charging untuk keperluan kendaraan listrik. Lalu ada juga battery swapping technology, dengan teknologi itu kita harapkan saat kendaran listrik dipromosikan maka teknologi itu siap pakai dan bisa dikembangkan," ungkap Bambang.

5.Pemanfaatan Nuklir

Bambang juga menjelaskan pihaknya juga masih terus menyiapkan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia. Dia menilai saat ekonomi Indonesia bertumbuh pesat, maka butuh sumber energi yang memadai.

Dia menilai, nuklir dapat menjadi sumber energi yang sangat memadai untuk mengakomodir kebutuhan energi di Indonesia beberapa tahun ke depan.

"Kita siapkan pengembangan teknologi nuklir, kita mesti pastikan saat ekonomi tumbuh harus ada sumber energi listrik yang memadai," papar Bambang.



Simak Video "Iran Ungkap Identitas Penyabotase Fasilitas Nuklir Iran"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)