Sudirman Said Bongkar Cerita Mafia Migas hingga 'Papa Minta Saham'

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 25 Apr 2021 19:13 WIB
Sudirman Said saat hadiri Blak-blakan bersama detikcom.
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said blak-blakan soal kisah di balik kehebohan skandal kontrak PT Freeport Indonesia saat dia menjabat. Saat itu Sudirman mengaku membongkar skandal 'papa minta saham'.

Skandal itu ikut menyeret Ketua DPR saat itu Setya Novanto, Sudirman sampai harus melaporkan Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR karena keterlibatan pria yang juga pernah memimpin Partai Golkar ink dalam skandal 'papa minta saham'.

Sudirman mengadukan Setya Novanto ke MKD DPR lantaran diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta saham terkait dengan perpanjangan kontrak PT Freeport.

Sudirman menuturkan langkahnya mengadukan Setya Novanto adalah wujud menjalankan tugas, tepatnya tugas untuk memberantas mafia di sektor migas. Langkahnya melaporkan kasus itu juga sudah mendapat persetujuan Presiden Jokowi sebagai atasannya.

"Misi dari presiden mengatakan selesaikan mafia. Ketika kasus itu muncul, saya tidak ada hal yang luar biasa karena hanya melaksanakan tugas. Kemudian ada jiwa aktivis saya. Kira-kira saya ini tidak punya apa-apa ingin memberantas korupsi saja," kisah Sudirman dalam keterangannya, Minggu (25/4/2021).

Sudirman mengakui pelaporannya mengenai skandal 'papa minta saham' itu banyak menuai kritik. Sebagian menilai tidak pas sebagai menteri melaporkan pejabat negara lainnya.

Namun, dia menegaskan langkahnya merupakan kewajiban sebagai pejabat publik yang mengetahui adanya penyimpangan yang merusak negara. Dia mengakui hal itu juga sebagian dari bentuk idealismenya.

"Kenapa harus melakukan hal seperti itu, saya berpikirnya itu idealisme. Ketika bercampur dengan otoritas untuk apa kalau tidak digunakan untuk menertibkan hal-hal yang merusak negara. Banyak orang mengkritik aktivis masuk kekuasaan kok jadi melempem," ungkap Sudirman.

"Ini bukan karena saya tidak ingin dianggap tidak melempem, tapi saya kira memang itu kewajiban kita," lanjutnya.

Sudirman juga sempat bercerita awal mula ditunjuk Jokowi untuk mengisi posisi menteri. Kala itu, Sudirman dipanggil ke istana untuk membicarakan mengenai isu migas dan listrik.

Dalam pertemuan itu, Sudirman ternyata digadang-gadang menjadi calon Menteri ESDM. Memberantas mafia disebut Sudirman menjadi tugas utamanya.

"Beliau menjelaskan soal-soal mafia migas, listrik, soal kilang, dan saya mengatakan ke beliau, Pak Presiden saya belum lama di energi mungkin 10 tahun. Itu pun tidak dalam area teknis. Tapi saya yakin akan banyak teman-teman yang bisa membantu karena buat saya urusan energi bukan soal teknis, tapi soal kelurusan pemimpin negara," kata Sudirman.

Simak juga video 'Ahok dan Moeldoko Bertemu, Sepakat Ingin 'Gigit' Mafia Migas!':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/dna)