Blok Rokan Mau Diambil Pertamina, Gimana Pasokan Listriknya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 27 Apr 2021 16:56 WIB
Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar mengunjungi Pusat Pengatur Beban (P2B) Gandul. Ia ingin memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan dan pasokan listrik jelang Lebaran.
(Istimewa)
Jakarta -

Pengelolaan Blok Rokan akan segera beralih dari Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina (Persero) pada Agustus 2021 mendatang. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait pasokan listrik.

Selama ini, Chevron menggunakan pasokan listrik dari pembangkit PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) yang mayoritas sahamnya dimiliki Chevron Standard Limited (CSL) di Amerika Serikat (AS).

Terkait hal tersebut, Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani menjelaskan, ada sembilan elemen dalam transisi Blok Rokan termasuk di dalamnya pembangkit listrik. Dari elemen tersebut, rata-rata progresnya telah mencapai 60 hingga 90%.

"Dari semua elemen yang ada, kita punya transisi ini rata-rata sudah mencapai antara 60-90%," katanya dalam Konferensi Pers Kinerja Hulu Migas Kuartal I, Senin lalu (26/4/2021).

Lanjutnya, objek utama transisi Blok Rokan ialah produksi yang ditopang oleh listrik. Dia menuturkan, terkait pasokan listrik ini ada banyak opsi. Menurutnya, jika dalam waktu 3 bulan belum ada keputusan alih kepemilikan maka akan tetap berlanjut sampai 3 tahun. Meski, ada pihak lain yang akan masuk.

"Bagaimana transisinya? Ini kan banyak sekali opsi untuk listrik itu harus setap jalan, siapapun yang menjalankan tetap jalan, opsi itu banyak, kalau sekarang ini kan waktunya hanya tinggal 3 bulan, kalau 3 bulan belum terjadi alih kepemilikan dari pada yang mengoperasikan MCTN ini tentunya kami akan tetap berlanjut 3 tahun walaupun ada pihak-pihak lain akan masuk apapun dia," terangnya.

"Baik PLN PT X, PT B terserah itu apa namanya tapi yang jelas dia akan melanjutkan 3 tahun untuk tetap sustain production itu adalah komitmen siapapun," tambahnya.

Dia mengatakan adapun skema bisnis akan dilaksanakan oleh MCTN dengan pihak yang akan investasi di Blok Rokan.

"Bagaimana mekanisme B2B itu sedang dilaksanakan antara PT MCTN dengan pihak yang akan investasi di situ. Tentunya kita harapkan investasi ini tidak begitu membuat persolan di Rokan menjadi sulit, kami yakin ini akan dipermudah," tambahnya.

(acd/dna)