Kacau! Marak Penambangan Batu Bara Ilegal di Berau Bikin Resah

Tim detikcom - detikFinance
Minggu, 02 Mei 2021 20:28 WIB
Harga batu bara belum beranjak jauh dari level terendahnya. Selasa (3/11) harga batubara kontrak pengiriman Desember 2015 di ICE Futures Exchange bergerak flat dibanding sehari sebelumnya di US$ 53,15 per metrik ton. Rachman Haryanto/detikcom.
Foto: Rachman Haryanto
Berau -

Aktivitas penambangan batu bara ilegal marak dan kian meresahkan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Ada 9 titik tambang ilegal yang beroperasi di wilayah itu.

Aktivitastambang batu bara ilegaldi Berau itu bahkan di luar prediksi. Jika sebelumnya disebutkan hanya ada dua titik, faktanya ada 9 titik yang beroperasi secara terang-terangan di dekat pemukiman penduduk.

Jumlah tersebut merupakan catatan dari hasil temuan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau. Titik-titik yang disebutkan belum termasuk tambang-tambang yang sudah berhenti beroperasi.

"Kalau yang saya tahu perkembangannya itu ada sembilan titik," kata Kepala DLHK Kabupaten Berau Sujadi kepada wartawan, Rabu (28/4/2021).

Namun Sujadi tidak mengetahui persis 9 titik tambang batu bara ilegal ini masih aktif beroperasi atau sudah berhenti.

"Tapi yang di Padat Karya berhenti. Di Kedaung masih (beroperasi)," jelasnya.

Dia merinci, 9 titik tambang batu bara ilegal itu tersebar di tiga kecamatan. Di Kecamatan Gunung Tabur ada 3 lokasi, Kecamatan Teluk Bayur 4 titik lokasi, dan Kecamatan Tanjung Redeb 2 lokasi.

Praktik tambang ilegal ini tentu saja mengherankan karena dilakukan secara terbuka dan terang-terangan. Selain aktivitas pembukaan lahan, kegiatan pengangkutan batu bara juga dilaksanakan tanpa kenal waktu.

Sujadi menyebut, dinas yang dipimpinnya tentu tidak bisa menindak aktivitas ilegal itu. Tambang ilegal, sebutnya, merupakan tindak pidana yang merupakan tugas aparat penegak hukum.

"Itu'kantindak pidana. Penambang ilegal itu tindak pidana, karena tidak ada izin segala macam sebenarnya'kan. Karena itu tindak pidana, maka harus polisi langsung. Aparat keamanan dalam hal ini," paparnya.

Sujadi menyebut temuan aktivitas tambang batuvara ilegal itu sudah dilaporkan ke Bupati Berau Sri Juniarsih. Dia pun telah mengagendakan rapat koordinasi untuk mengatasi persoalan ini.

"Yang jelas kami sudah koordinasi. Saya sudah menghadap Ibu (Bupati). Nah, ini dalam waktu dekat mau mengundang Polres, Kodim atau Forkopimda. Biar lebih jelas semuanya," katanya.

Hanya saja, Sujadi belum merinci kapan rapat koordinasi tersebut terlaksana. Dia hanya menunggu jadwal dari Bupati Berau.

"Itu undangan sudah saya bikin, tinggal menentukan tanggalnya," ujar Sujadi.

Jika dalam pertemuan itu dibutuhkan dokumen-dokumen terkait tambang batu bara ilegal, Sujadi menyebut siap memberikan kepada aparat penegak hukum. Dokumen itu berisi titik-titik lokasi tambang ilegal tersebut.

"Kita sebenarnya gerah juga. Artinya, kok polisi tidak bergerak," pungkasnya.

(dna/dna)