Jelang Lebaran, Stok LPG 3 Kg di Sukabumi & Cianjur Dipastikan Aman

Angga Laraspati - detikFinance
Kamis, 06 Mei 2021 15:49 WIB
PT Pertamina (Persero) menyiapkan tambahan alokasi elpiji 3 Kg pada minggu pertama Ramadan 1440 H.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pemasaran Regional Jawa Barat PT Pertamina memastikan stok LPG 3 kg di wilayah Sukabumi dan Cianjur cukup untuk memenuhi kebutuhan jelang Idul Fitri. Selama bulan Ramadhan, Pertamina juga telah menambah pasokan LPG 3 kg di 2 wilayah tersebut sekitar 10%.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan menjelaskan, total tambahan pasokan LPG untuk wilayah Sukabumi dan Cianjur selama bulan Ramadhan tersebut lebih dari 3,3 juta tabung dari rata-rata penyaluran normal yaitu lebih dari 3 juta tabung.

Pasokan LPG juga dilaksanakan secara bertahap sejak 6 Mei 2021. Adapun pasokan fakultatif atau penambahan alokasi LPG 3 Kg bersifat situasional, atau dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan LPG untuk kegiatan memasak masyarakat jelang Hari Raya Idul Fitri. Untuk itu kami menyalurkan tambahan pasokan. Kebutuhan di lapangan juga akan kami monitor melalui tim Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri atau Satgas RAFI," jelas Eko dalam keterangan tertulis, Kamis (6/4/2021).

Sementara itu, Sales Area Manager Retail Sukabumi Rainier Axel Gultom menambahkan masyarakat yang berhak dapat membeli LPG subsidi 3 Kg dengan mudah di pangkalan LPG resmi Pertamina yang tersebar hingga seluruh desa di wilayah Sukabumi dan Cianjur.

Rainier menjelaskan terdapat 49 agen LPG PSO di wilayah Sukabumi,serta 35 agen LPG PSO di wilayah Cianjur, yang siaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Dengan membeli di pangkalan resmi Pertamina, masyarakat akan memperoleh harga sesuai dengan Surat Keputusan Walikota atau Bupati yang berlaku. Untuk HET wilayah Sukabumi dan Cianjur yaitu 16 sampai 17 ribu rupiah per tabung," jelas Rainier.

Sebagai informasi, sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram, LPG 3 Kg bersubsidi diperuntukkan hanya bagi masyarakat kurang mampu dan usaha mikro. Usaha mikro adalah usaha dengan aset maksimal 50 juta dan omset maksimal 300 juta per tahun.

Sedangkan untuk usaha kecil, menengah, dan atas, serta masyarakat yang tergolong mampu diharapkan menggunakan LPG Non Subsidi Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg agar pendistribusian LPG subsidi lebih tepat sasaran.



Simak Video "Indonesia Targetkan 2030 Setop Impor BBM-LPG"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ara)