Akuisisi Freeport, Holding BUMN Tambang Punya Utang Rp 7 T

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 07 Mei 2021 20:49 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno mengunjungi tambang PT Freeport di Mimika Papua
Foto: Trio Hamdani/detikcom
Jakarta -

Holding BUMN Tambang atau MIND ID memiliki utang sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 7 triliun (kurs Rp 14.194) yang jatuh tempo November 2021. Nilai tersebut merupakan sisa dari sebagian utang yang diterbitkan MIND ID pada 2018 untuk mengakuisisi 51% saham Freeport Indonesia.

Pada tahun 2018, MIND ID menerbitkan obligasi sebesar US$ 4 miliar atau setara Rp 58,4 triliun untuk mengakuisisi Freeport. Obligasi yang diterbitkan untuk mengakuisisi Freeport itu terdiri beberapa tenor.

Pertama, obligasi senilai US$ 1 miliar bertenor 3 tahun dengan yield 5,5%, obligasi inilah yang jatuh tempo 2021. Kedua, obligasi senilai US$ 1,25 miliar bertenor 5 tahun atau jatuh tempo 2023, dengan yield 6%.

Ketiga, obligasi senilai US$ 1 miliar bertenor 10 tahun (2028) dengan yield US$ 6,875%. Keempat, obligasi senilai US$ 750 juta bertenor 30 tahun (2048) dengan yield 7,375%.

Untuk utang yang jatuh tempo tahun ini sudah dibayarkan sebagian melalui obligasi yang diterbitkan MIND ID pada tahun 2020 lalu, yakni sebesar US$ 2,5 miliar atau setara Rp 37,5 triliun. Dari obligasi yang diterbitkan tahun lalu, pihaknya menggunakan US$ 500 juta untuk membayar utang akuisisi Freeport yang jatuh tempo November ini.

"Yang US$ 1 miliar 2021 itu, sebenarnya kan kita sudah bayar. Kemarin ketika kita terbitkan US$ 2,5 miliar, itu ada US$ 500 juta yang kita pakai untuk bayar," kata CEO Grup MIND ID Orias Petrus Moedak dalam konferensi pers virtual, Jumat (7/5/2021).

Untuk sisa utang Rp 7 triliun yang jatuh tempo November ini, pihaknya optimistis bisa melunaskannya. "Jadi memang yang jatuh tempo itu sekitar US$ 500-an juta lagi lah, kurang lebih di 2021 November. Kita akan bisa bayar, kan kita cukup tuh," tegas Orias.

(vdl/hns)