Ada Larangan Mudik Lebaran, Konsumsi Listrik Jakarta Bakal Naik?

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 08 Mei 2021 12:00 WIB
Volume pemudik di Terminal Bayangan Lebak Bulus, Jakarta, cenderung menurun. Hal ini karena adanya larangan mudik 6-17 Mei 2021.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PLN Distribusi Jakarta Raya memprediksi terjadi peningkatan konsumsi listrik pada Lebaran hari pertama dan kedua. Manajemen memperkirakan tambahan konsumsi ini sekitar 2%. Di mana beban puncak 3.103,6 megawatt (MW) pada hari pertama Idul Fitri.

"Kami melakukan proyeksi hari H lebaran naik sekitar 2%, dengan beban beban puncak 3.103,6 MW, dan hari kedua naik jadi 3.074,2 MW," kata General Manager PLN Disjaya, Doddy B. Pangaribuan yang dikutip, Sabtu (8/5/2021).

Peningkatan konsumsi listrik, dikatakan Doddy, karena adanya larangan mudik Lebaran 2021 yang diberlakukan pemerintah pada tanggal 6 sampai 17 Mei 2021. Pihak PLN Disjaya pun sudah menyediakan berbagai upaya untuk mengatasi peningkatan konsumsi tersebut.

Namum demikian, dirinya tidak terlalu khawatir lantaran stok listrik yang diproduksi PLN Disjaya masih lebih dari cukup untuk memenuhi peningkatan konsumsi pada hari pertama dan kedua Lebaran 2021.

DKI Jakarta disuplai oleh 6 subsistem listrik dengan total kapasitas mencapai 10.319 MW. Sampai saat ini, kapasitas terpasang mencapai 4.337,04 MW.

"Karena pertumbuhan beban tidak banyak berubah, total beban 4.337,04 MW sehingga masih ada cadangan lebih dari 100%. Kami juga sudah melakukan langkah pengamanan supaya kenyamanan pelanggan bisa berjalan terus, bisa kami support. Kami juga sudah melakukan banyak persiapan, peralatan kerja, sumber daya manusia, maupun juga peralatan tenaga listrik yang sudah kami lakukan pemeliharaan sebelumnya," sambung Doddy.

Selain itu, Doddy melaporkan penjualan listrik di wilayah Jakarta mengalami kenaikan menjadi 2,47 gigawatt hour (GWh) per April 2021. Jumlah ini naik dibandingkan penjualan listrik per Desember 2020 yang mencapai 2,48 GWh. Dengan naiknya penjualan listrik per April 2021, Doddy mengatakan pendapatan PLN Disjaya menjadi Rp 3,44 triliun per April 2021 atau naik dibandingkan Desember 2020 sebesar Rp 3,14 triliun.

Dari sisi jumlah pelanggan, tercatat terjadi kenaikan. Per April 2021 mencapai 4,80 juta pelanggan. Sedangkan per Desember 2020 4,75 juta pelanggan. Sementara daya listrik yang tersambung pun ikut naik. Per April 2021 mencapai 19.867 MVA, sedangkan Desember 2020 sebesar 19.674 MVA.

Meski demikian, Doddy mengungkapkan total penjualan listrik PLN Disjaya secara kumulatif masih terkontraksi 1,82%, begitu juga dengan pendapatan secara kumulatif yang masih terkontraksi 4,17%. "Karena dua bulan setengah tahun kemarin masih normal belum pandemi," ungkapnya.

(hek/fdl)