Terungkap! Ada 542.124 Rumah Belum Nikmati Listrik

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 27 Mei 2021 19:45 WIB
Suasana di Desa Basikor Long Midang tak lagi sunyi dan gelap usai listrik mengalir di kawasan itu. Kehadiran listrik beri asa baru bagi warga di perbatasan RI.
Ilustrasi desa teraliri listrik/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengungkapkan masih ada 542.124 rumah tangga yang belum kena setrum atau teraliri listrik hingga kuartal I-2021.

Saat ini pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi 100% pada tahun 2022. Untuk mencapai hal tersebut, Rida bahkan meminta agar PT PLN (Persero) mendapat suntikan modal berupa penyertaan modal negara (PMN) dari pemerintah sebesar Rp 12,02 triliun.

"Sampai kuartal I-2021 itu sejumlah 542.124 rumah tangga belum berlistrik, data dinamis bisa bertambah. Tapi untuk desa berlistrik tidak dinamis ada 345 desa," katanya dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI, Senin (27/5/2021).

Mengenai realisasi rasio elektrifikasi, dikatakan Rida hingga kuartal I-2021 sudah mencapai 99,28% atau meningkat tipis dari Desember 2020 yang mencapai 99,2%. Sedangkan untuk rasio desa berlistrik sudah mencapai 99,59% atau meningkat dari Desember 2020 yang sebesar 99,56%.

"Komposisi dari sisi status yang dilistriki ada rumah tangga yang dilistriki langsung oleh PLN, non PLN dan LTSHE ini program pemerintah dan sama sekali belum terlistriki," ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Rida mengaku pemerintah sudah menyiapkan tiga strategi. Pertama, perluasan jaringan atau grid extension. Di mana perluasan listrik dari desa atau rumah tangga yang dekat dengan grid PLN. Program ini untuk 24 desa di tahun 2021.

Kedua, pembangunan pembangkit atau mini grid berbasis EBT di daerah yang kelompok masyarakatnya sulit terjangkau. Program mini grid untuk 37 desa di tahun 2021.

Ketiga, menyediakan tabung listrik atau yang disebut dengan alat penyalur daya listrik (APDAL) sebanyak 20.711 unit untuk 285 desa melalui APBN dan menyediakan pengisian energi listrik (SPEL) pada tahun 2021.

Khusus strategi yang ketiga, dikatakan Rida, khusus wilayah yang jarak satu rumah ke rumah yang lainnya lebih dari 500 meter atau lebih, sehingga tidak mungkin dilakukan perluasan jaringan maupun pembangunan mini grid.

(hek/ara)