Menteri ESDM: Kita Harus Perbaiki Iklim Investasi

Nurcholis Maarif - detikFinance
Kamis, 17 Jun 2021 13:58 WIB
Arifin Tasrif
Foto: Kementerian ESDM
Jakarta -

Pemerintah Indonesia berusaha menciptakan iklim investasi yang menarik guna mencapai target produksi minyak bumi sebesar 1 juta barel per hari dan 12 miliar kaki kubik per hari gas bumi (BSCFD) pada tahun 2030. Salah satunya dengan meluncurkan syarat dan ketentuan baru yang lebih kompetitif untuk putaran lelang penawaran wilayah kerja (WK)atau blok migas di tahun ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif yang menyaksikan secara langsung berbagai penandatanganan strategis sektor hulu migas ini mengungkapkan tren global dan lokal yang muncul, seperti revolusi minyak serpih (shale oil) di Amerika Serikat, transisi energi, pandemi COVID-19 dan harga minyak yang rendah telah menciptakan pasar yang sangat kompetitif untuk mendapatkan investasi di bisnis hulu migas.

Menurut perusahaan konsultan migas seperti Woodmac, IHS atau Rystad, Indonesia dianggap sebagai tempat yang menarik untuk investasi. Daya tarik tersebut lebih didorong oleh prospek sumber daya migas. Sementara pada sistem fiskal dan risiko minyak dan gas, terdapat begitu banyak ruang untuk perbaikan.

"Kita harus membangun kesadaran bahwa kita sedang bersaing dengan negara-negara penghasil minyak lain di seluruh dunia untuk mendapatkan investasi dan oleh karena itu kita harus memperbaiki iklim investasi kita," ungkap Arifin dalam keterangan tertulis, Kamis (17/6/2021).

Pada acara Oil And Gas Investment Day di Jakarta, Arifin menjelaskan bahwa Kementerian ESDM hari ini akan mengumumkan Penawaran Wilayah Kerja (WK) Migas Konvensional Tahap I Tahun 2021 yang akan diumumkan oleh Dirjen Migas. Guna mewujudkan hal tersebut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan berkontribusi dalam mengembangkan sektor migas Indonesia.

"Untuk meningkatkan iklim investasi dan menarik investor, Pemerintah Indonesia akan meluncurkan syarat dan ketentuan baru yang diharapkan lebih kompetitif dan menyukseskan putaran lelang tahun ini," jelas Arifin.

"Kita harus membangun kemitraan strategis antara Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjelaskan untuk meningkatkan daya tarik investasi, perlu dilakukan percepatan proses perumusan kebijakan yang melibatkan Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan dan SKK Migas. "Untuk mempercepat peluncuran kebijakan fiskal yang lebih efektif yang mampu mendorong investor untuk meningkatkan kegiatan produksi dan eksplorasi di Indonesia," ungkap Dwi.

Senada, Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA) Gary Selbie menyatakan acara yang diselenggarakan bersama oleh Kementerian ESDM dan IPA menjadi momentum investor untuk dapat mendengar lebih banyak tentang kemajuan terkini mengenai investasi hulu migas di Indonesia. IPA percaya bahwa prospek industri hulu migas Indonesia tetap sangat positif dengan beberapa cekungan dan target eksplorasi baru di banyak wilayah di Indonesia.

"Serta memiliki kesempatan untuk menyaksikan penandatanganan penting antara pemerintah dan berbagai investor minyak dan gas bumi. Kami juga mendapat kehormatan untuk mendengar dari Pak Tutuka, Dirjen Migas, tentang proses tender untuk beberapa blok migas baru yang akan segera dibuka," ujarnya.

Sebagai informasi, dalam acara Oil And Gas Investment Day dilakukan berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya:

I.Penandatangan Perjanjian Strategis Hulu Migas

Pertama, penyerahan persetujuan revisi Rencana Pengembangan (POD) Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dengan insentif fiskal berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 tahun 2017. Ini adalah lapangan produksi pertama yang diberikan insentif fiskal berdasarkan PP 27 tahun 2017

Kedua, amandemen rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/POD) Coal Bed Methane (CBM) menggunakan skema Gross Split di Blok Tanjung Enim.

Ketiga, kesepakatan penjualan gas. Penandatanganan ini sebagai bagian dari milestone hulu migas Indonesia untuk mendukung pengembangan pabrik pupuk dan lifting minyak. Antara lain:

a. MoU antara Genting Oil Kasuri Pte Ltd (GOKPL) dengan PT Pupuk Indonesia untuk pengembangan Proyek Amoniak-Urea dan Metanol di Bintuni.

b. MOU antara PetroChina International Jabung Ltd (PIJL) dengan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) untuk pengembangan Proyek Pusri-3B yang diperkirakan onstream pada 2036 dengan jumlah pasokan harian 60 BBTUD; dan Pertamina Hulu Rokan (PHR) atas pasokan gas untuk operasi Steam Flood di Blok Rokan dengan jumlah pasokan harian sebesar 50 BBTUD yang diperkirakan onstream pada tahun 2023 mendatang.

c. MOU antara Repsol Sakakemang B.V dengan PT Pupuk Sriwidjaja yang diperkirakan onstream pada 2024 dengan jumlah pasokan harian 38 BBTUD; dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan jumlah pasokan harian 15 BBTUD.

d. MOU antara Kangean Energy Indonesia (KEI) dan PT Petrokimia Gresik (PKG) yang diperkirakan akan onstream setelah tahun 2027 mendatang.

Keempat, penandatanganan kerja sama eksplorasi hulu migas, antara ENI Indonesia dan SKK Migas

Kelima, Joint Study Agreement (JSA) kerja sama eksplorasi antara Pertamina Hulu Energi (PHE) dengan Posco International Corporation berdasarkan hasil eksplorasi Firmed Commitments oleh PHE Jambi Merang.

II. Pengumuman Penawaran Wilayah Kerja Migas Tahap I 2021

Terdapat 6 WK migas yang ditawarkan, terdiri dari 4 WK melalui mekanisme Penawaran Langsung dan 2 WK melalui mekanisme Lelang Reguler.

Keempat WK Migas melalui mekanisme Penawaran Langsung adalah South CPP di Riau onshore, Sumbagsel di South Sumatera onshore, Rangkas di Banteng & West Java onshore, dan Liman di East Java onshore & offshore. Lalu dua WK Migas melalui mekanisme Lelang Reguler adalah Merangin II di South Sumatera and Jambi onshore dan North Kangean di East Java offshore.

(ncm/hns)