PLTS 1,3 MW Dibangun di Sulsel, Target Operasi Akhir Tahun

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 25 Jun 2021 22:00 WIB
Indonesia memiliki iradiasi energi matahari rata-rata 4,80 kWh per m2 per hari. Sehingga menjadi pilihan yang baik sebagai alternatif sumber energi.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT Bakrie Power belum lama ini menyepakati kerja sama dengan PT PLN (Persero) dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid di Desa Parak, Bontomanai, Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Direktur Utama PT Bakrie & Brothers Tbk Anindya Novyan Bakrie mengatakan kerja sama itu sebagai bukti pihaknya membantu pemerintah mengakselerasi capaian pengembangan sektor energi di Indonesia melalui anak usahanya.

"Saat ini dan di masa depan, sumber energi yang ramah lingkungan semakin menjadi prioritas. Pemerintah pusat pun telah menargetkan bauran energi nasional sebesar 23% dari sumber EBT pada tahun 2025," katanya dalam press conference virtual, Jumat (25/6/2021).

PLTS Hybrid di Selayar itu direncanakan akan memiliki kapasitas 1,3 megawatt (MW) peak dan diproyeksikan akan mulai beroperasi secara resmi pada Desember 2021. PLN mengalokasikan dana investasi sebesar Rp 39 miliar untuk proyek ini.

Pembangkit listrik ramah lingkungan itu dinilai akan menjadi sumber listrik tambahan bagi PLTD dengan total kapasitas terpasang 13 MW di pulau Selayar yang saat ini telah beroperasi, untuk dimanfaatkan oleh 27.892 pelanggan PLN di Kabupaten Selayar.

"Proyek-proyek di bawah PT Bakrie Power ini dikerjakan oleh PT Helio Synar Energi. Selain Selayar, dua jenis proyek EBT berikutnya yang akan kami fokuskan di antaranya adalah de-dieselisasi (de-dieselization) dan PLTS Atap (C&I Rooftop PV). De-dieselisasi market size-nya cukup besar, yakni sebesar US$ 2 miliar dan PLTS Atap sebesar US$ 650 juta," tutur Anin.

"Memang, nilai investasi awal yang kami siapkan dalam sektor EBT ini belum terlalu besar, tetapi kami mengutamakan penguasaan teknologi yang tepat dan menjadi pelopor dalam pengembangan pembangkit energi terbarukan jenis hybrid ini di Indonesia", tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bakrie Power Dody Taufiq Wijaya mengatakan kehadiran PLTS Hybrid Selayar bisa meningkatkan keandalan pasokan listrik dan perbaikan tegangan pelayanan pada masyarakat yang berada di sekitar lokasi tersebut.

"Di seluruh Indonesia ini masih ada ratusan pembangkit listrik bertenaga diesel yang kini dioperasikan PLN. Ini menjadi potensi amat besar untuk dapat dikonversi menjadi pembangkit EBT, seperti yang kami lakukan di PLTS Hybrid Selayar ini," jelas Dody.

(aid/hns)