Bos Produsen Oksigen Samator Meninggal Dunia Terpapar COVID-19

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 03 Jul 2021 09:38 WIB
PT Aneka Gas Industri Tbk menawarkan harga saham perdana dalam Initial Public Offering (IPO) di kisaran Rp 1.000-Rp 1.290 per lembar saham. Hasil dari IPO ini rencananya akan digunakan untuk ekspansi, pembayaran utang, dan modal kerja. (Ki-ka) Vice President Director Aneka Gas Industri Rachmat Harsono, President Commissioner Aneka Gas Industri Arief Harsono, Finance Director Aneka Gas Industri Nini Liemijanto, dan President Director Aneka Gas Industri Heyzer Harsono hadir dalam penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Ritz Carlton Pasific Place, Senin, (22/8/2016).
Arief Harsono (kedua dari kiri)/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Bos Samator Grup Arief Harsono meninggal dunia. Samator merupakan salah satu perusahaan gas terbesar di Indonesia.

Manager Legal Samator Group Kantor Pusat Surabaya Valentino Januar Krismanto mengungkapkan jika Arief Harsono meninggal pada Jumat 2 Juli 2021 sekitar jam 21.30 WIB di RS Adi Husada - Undaan Surabaya.

"Info dari Ibu Imelda Mulyani Harsono putri beliau atasan kami langsung, bapak terpapar COVID-19," kata dia saat dihubungi detikcom, Sabtu (3/7/2021).

Pengusaha asal Surabaya Hermanto Tanoko juga mengabarkan berita duka tersebut melalui akun Instagramnya dia menceritakan perjalanan Arief dalam mendirikan Samator dengan fasilitas lebih dari 50 pabrik oksigen dan 100 pos pengisian.

Kemudian Samator juga mampu menyediakan serangkaian produk dan jasa gas dalam memenuhi permintaan pasar dengan jaringan distribusi terbesar dan terluas di Indonesia.

"Samator Grup telah tumbuh menjadi perusahaan Multi Triliun Rupiah dengan karyawan >3.000 orang. Pada tahun 2004, Samator melakukan ekspansi usaha gas industrinya secara agresif dengan melakukan akuisisi atas PT Aneka Gas Industri," kata Hermanto.

Hermanto juga menyampaikan jika Arief aktif sebagai Ketum Persatuan Umat Buddha Indonesia, Ketum Asosiasi Gas Industri Indonesia, Ketua APINDO DPP Jatim,Ketum DPP Walubi, Ketua STAB Maitreyawira, Ketua DPP Majelis PBMI, Ketum Pengurus Pusat LPTGN & Wakil Ketum IV PBVSI.

Dia menceritakan pada 25 Juni lalu dirinya bertanya terkait kondisi COVID-19 dan kecukupan oksigen di Indonesia.

"Beliau menjawab kelihatan akan naik terus sampai pertengahan Juli memang seluruh produsen oksigen kewalahan terbentur akan tabung gas dan transport. 'Jadi beberapa minggu ini saya banyak sibuk koordinasi kekurangan oksigen di RS Jabar, Jateng dan Jatim sehingga agak kelupaan waktu istirahat', Pak Arief jawab seperti itu," ujar dia.

Kemudian Herman menyebutkan Arief adalah salah satu orang yang berupaya untuk memenuhi keperluan oksigen di Indonesia. Bahkan beberapa bulan lalu dengan sejumlah pengusaha Arief menyumbang tabung gas oksigen ke India. Berkat kegigihannya, Indonesia mandiri di bidang oksigen.

"Terima kasih dan Selamat jalan sahabat, partner, panutan yang luar biasa Bapak Arief Harsono, beliau telah membantu ribuan masyarakat program vaksinasi dan setiap hari sibuk koordinasi alokasi Oksigen dengan berkeliling ke seluruh RS di Indonesia. Semoga Bapak Arief Harsono alm. meninggal dengan damai & telah diterima disisiNya dan istri, anak2, keluarga yang ditinggal diberi kekuatan dan ketabahan. Jasa jasa dan Legacy beliau akan selalu kita kenang," jelasnya.

(kil/ara)