Usai Caplok Pembangkit Blok Rokan, PLN Diminta Jaga Pasokan Listrik

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Selasa, 06 Jul 2021 20:16 WIB
Blok Rokan
Foto: Nadia Permatasari/Infografis
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menghadiri penandatanganan perjanjian jual beli saham atau share sale and purchase agreement (SPA) antara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dengan Chevron Standard Limited (CSL) secara virtual. Dia berharap dengan adanya penandatangan ini mampu menjaga keandalan listrik di blok Rokan, Riau.

"Melalui akuisisi ini, PLN harus memastikan jaminan pasokan listrik bagi Blok Rokan, sehingga Pertamina mampu menjaga keberlanjutan produksi 25 persen minyak nasional. Oleh karena itu, pembangkit listrik harus andal dengan biaya yang lebih efisien, sehingga dapat memberikan manfaat yang jauh lebih baik bagi bangsa dan negara," kata Arifin dalam keterangan tertulis, Selasa (6/7/2021).

CSL merupakan pemegang saham mayoritas PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) sebagai operator pembangkit listrik dan uap untuk Blok Rokan. Apalagi blok ini telah menjadi salah satu blok migas strategis yang kini dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan dengan kebutuhan listrik sebesar 400 Mega Watt (MW) dan uap sebesar 335.000 ribu barel steam per hari.

Adapun sistem kelistrikan yang dikelola PLN diharapkan mampu menjamin pasokan listrik dan uap, sehingga mendukung keberlangsungan produksi migas oleh Pertamina Hulu Rokan.

"Sinergi PLN dan Pertamina akan menjadikan kinerja yang lebih ekonomis dan efisien dalam mendukung pengembangan sumber-sumber minyak dengan skala keekonomian yang lebih baik," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menjelaskan akuisisi saham MCTN merupakan upaya PLN dalam menjaga kesinambungan suplai listrik Blok Rokan, baik di masa peralihan maupun jangka panjang. "Kami mengucapkan terima kasih kepada CSL atas kerja sama yang baik dan untuk kelistrikan yang baik di WK Rokan selama dikelola oleh Chevron Pacific Indonesia," ujar Zulkifli.

Seperti diketahui per 9 Agustus 2021 pengelolaan Blok Rokan akan beralih dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Selama ini, pasokan listrik dan uap Blok Rokan berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) North Duri Cogen berkapasitas 300 Megawatt (MW) yang sebelumnya dimiliki oleh MCTN, anak usaha dari CSL.

Zulkifli menyebut aksi akuisisi saham MCTN merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama antara PLN dan Pertamina Hulu Rokan yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman Kerja Sama Penyediaan Tenaga Listrik dan Uap Wilayah Rokan pada 30 Desember 2020 serta Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap pada 29 Januari 2021.

Ke depan, menurutnya pembangkit listrik ini akan digunakan selama tiga tahun untuk melayani pasokan listrik di Blok Rokan, baik selama masa transisi hingga akhirnya akan disuplai dari interkoneksi sistem Sumatera.

"Untuk jangka panjang, penyediaan listrik 400 MW di Blok Rokan yang handal dan kompetitif akan dipasok dari sistem Sumatera dan Uap 335 MBSPD dengan menggunakan New Steam Generator. Dalam waktu 3 tahun interkoneksi sistem dan New Steam Generator akan beroperasi secara penuh," tambahnya.

Sementara itu, Regional Director Chevron Standard Limited, Jennifer Ferratt berharap dengan tuntasnya proses ini maka transisi di MCTN dapat berjalan lancar dan selaras dengan transisi Blok Rokan ke Pertamina Hulu Rokan. Sebagai informasi, pada penandatanganan SPA kali ini dilakukan oleh Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril dan Regional Director Chevron Standard Limited, Jennifer Ferratt secara daring.

Kesepakatan ini juga disaksikan oleh Wakil Menteri I BUMN Pahala Nugraha Mansury, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Komisaris Utama PLN Amien Sunaryadi, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini serta manajemen Chevron Standard Limited.



Simak Video "Momen Erick Thohir Ungkap Utang PLN Rp 500 Triliun!"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)