Terpopuler Sepekan

Dirut Pertamina Berkali-kali Jadi Wanita Berpengaruh di Dunia

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 16 Okt 2021 11:45 WIB
Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati, berbincang dengan Ketua Komisi VII DPR Alex Noerdin dan Wakil Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto sebelum mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (05/04/2021).
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Lagi-lagi Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati masuk dalam daftar wanita paling berpengaruh di dunia 2021 atau Most Powerful Women International versi Majalah Fortune.

Dalam posisi ini, Nicke menduduki peringkat ke 17. Dikutip dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2020 yang disampaikan Nicke pada 27 Maret 2021 dia memiliki jumlah kekayaan Rp 64 miliar.

Nicke memiliki 15 bidang tanah dan bangunan yang berada di Tasikmalaya dan Jakarta. Totalnya Rp 32 miliar.

Ia juga tercatat memiliki 3 unit kendaraan, ada Toyota Alphard tahun 2018 seharga Rp 850 juta, Mercedes Benz GLE400 tahun 2017 seharga Rp 775 juta, dan mobil Honda HRV tahun 2020 yang ditaksir seharga Rp 300 juta. Total nilainya Rp 1.925.000.000 atau Rp 1,9 miliar.

Lebih lanjut, Nicke juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya Rp 87 juta, dan kas Rp 30.000.000.000 atau Rp 30 miliar. Nicke juga tak memiliki utang.

Fortune memasukkan Nicke dalam daftar wanita paling berpengaruh di dunia karena dinilai memiliki kemampuan untuk melewati tantang triple shock yakni jatuhnya harga minyak, penurunan permintaan bahan bakar, dan tekanan nilai tukar yang dialami Pertamina selama pandemi 2020.

Fortune menilai, ketiga faktor tersebut telah menurunkan pendapatan dan laba Pertamina, namun pada paruh pertama 2021, di bawah kepemimpinan Nicke, Pertamina menunjukkan kondisi lebih baik dengan mencapai target produksi Migas.

Majalah prestisius di tingkat global ini juga mengakui, Nicke terus mendukung transisi energi Indonesia dengan membangun portofolio Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk memberikan energi bersih bagi negara di masa depan.

(kil/eds)