Setoran dari Hulu Migas Tembus Target, Ini Pahlawannya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 19 Okt 2021 18:01 WIB
Harga Minyak Mentah AS Di Bawah Nol, Pembeli Tidak Bayar Malah Ditawari Uang
Foto: DW (News)
Jakarta -

Target penerimaan negara dari sektor hulu migas telah terlampaui. Target tersebut dapat diraih karena harga minyak melambung tinggi.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, target penerimaan negara untuk hulu migas ditargetkan US$ 7,28 miliar. Hingga kuartal III, realisasi penerimaan negara mencapai US$ 9,53 miliar atau 103% dari target.

"Penerimaan negara mengalami pertumbuhan yang luar biasa salah satunya dampak harga minyak dan efisiensi yang dilakukan," katanya dalam konferensi pers, Selasa (19/10/2021).

Harga minyak memang naik cukup signifikan beberapa bulan belakangan ini. Meski demikian, ia memperkirakan harga minyak akan mengalami penyesuaian tahun depan.

"Dan kita memprediksi harga ini akan mengalami penyesuaian ke depan ketika musim panas tahun depan. Kira-kira pertengahan tahun depan kita perkirakan kembali kepada posisi yang selalu kita pakai dasar perhitungan US$ 60 atau US$ 65 per barel untuk harga Brent," terangnya.

Sementara itu, realisasi lifting minyak dan gas pada kuartal III sebesar 1,64 juta barel setara minyak per hari (boepd) atau 96% dari target. Lifting tersebut terdiri dari minyak 661 ribu bopd dan 5.481 mmscfd.

"Lifting minyak mencapai 661 ribu barel per hari dari target 705 ribu barel per hari atau 93,8%," katanya.

Realisasi cost recovery sebanyak US$ 5,56 miliar atau masih di bawah alokasi US$ 8,07 miliar. Lalu, realisasi investasi hulu migas sebesar US$ 7,9 miliar, masih di bawah target US$ 12,38 miliar.

"Mudah-mudahan aktivitas di akhir tahun bisa mendekati upaya-upaya target investasi yang kita rencanakan," ujarnya.



Simak Video "Sepekan Harga Minyak Goreng Curah-Kemasan Alami Kenaikan di Purwakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)