Tambah Pasokan, Singapura Mau Impor Listrik 100 MW dari RI

Siti Fatimah - detikFinance
Senin, 25 Okt 2021 15:13 WIB
View of the merlion statue of Merlion Park, and the financial district in downtown Singapore. The merlion is a symbol and mascot of Singapore.
Foto: Getty Images/Marcus Lindstrom
Jakarta -

Singapura berencana mengimpor listrik hingga 4 gigawatt (GW) pada tahun 2035. Hal itu dikatakan oleh Menteri perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong dalam pidatonya di Singapore International Energy Week pada Minggu, (24/10) kemarin.

Dikutip dari Reuters, Senin (25/10/2021) rencana impor tersebut mencakup sekitar 30% dari pasokan listrik negara.

"Singapura akan memulai uji coba untuk mengatasi masalah teknis dan peraturan yang terkait dengan perdagangan listrik lintas batas," katanya.

Dia menambahkan, ini termasuk impor 100 megawatt (MW) listrik dari Malaysia dan percontohan untuk mengimpor 100 MW listrik tenaga surya dari Pulau Bulan di Indonesia.

Seperti diketahui, Singapura mengalami krisis energi karena kesulitan pasokan gas di tengah lonjakan permintaan dan harga gas global. Gas meliputi 95% penggunaan listrik di negara itu.

Sempat adanya gangguan impor gas dari Indonesia yang jadi salah satu biang keroknya. Gangguan impor gas tersebut dari pipa gas West Natuna RI dan rendahnya pasokan gas dari Sumatra Selatan (Sumsel).

Berdasarkan data BP Statistical Review 2021, konsumsi gas alam Singapura pada 2020 sekitar 1,22 miliar kaki kubik per hari (BCFD). Itu artinya, hampir 60% pasokan gas-nya berasal dari Indonesia.

"Singapura sangat tergantung dengan pasokan gas dari Indonesia, yakni gas dari Natuna dan Grissik Sumsel, semua dengan sistem pipa," kataDirektur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman kepada detikcom.

(ara/ara)