PT Timah Geber Ekspor Logam ke Asia dan Eropa

Angga Laraspati - detikFinance
Selasa, 26 Okt 2021 14:10 WIB
Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang mampu memproduksi mineral timah dalam jumlah besar. Kemana Timah Indonesia larinya? 

Dalam pengoperasiannya, pemerintah menunjuk PT Timah (Tbk) untuk menambang mineral timah yang berada di Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Provinsi Riau.
Foto: Rachman_punyaFOTO
Pangkal Pinang -

Indonesia menjadi salah satu produsen timah dunia. Logam timah yang diproduksi Indonesia dipasarkan ke berbagai negara untuk memenuhi kebutuhan timah dunia. Lalu, ke manakah Indonesia menjual timah yang diproduksi hingga saat ini?

PT Timah Tbk, anggota BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, merupakan salah satu perusahaan yang melakukan penambangan dan pengolahan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Kepulauan Riau, dan Provinsi Riau.

Direktur Operasi dan Produksi PT Timah Agung Pratama mengatakan 95% logam timah yang diproduksi dijual ke pasar luar negeri sedangkan 5% untuk pasar dalam negeri.

"Untuk penjualan ekspor sudah ada market yang settled yaitu di Asia, Eropa, hingga Amerika, itu yang menyerap pasar kita cukup besar. Perusahaan juga berusaha bagaimana agar produk kita dapat menembus ke pasar-pasar baru," kata Agung kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

Agung menjelaskan hilirisasi logam timah akan digunakan oleh produsen pembuat perangkat elektronik seperti TV, handphone, laptop, produk otomotif, hingga produk kemasan makanan yang menjadi konsumen dari produk timah.

Menurut Agung, masih rendahnya konsumsi timah domestik karena memang belum banyak permintaan dari industri dalam negeri. Berdasarkan data pertumbuhan industri non-migas tumbuh 5,49%, hal ini tentu menjadi kabar baik bagi PT Timah. Ke depan, Agung berharap PT Timah bisa menjual produk timahnya ke industri dalam negeri.

Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang mampu memproduksi mineral timah dalam jumlah besar. Kemana Timah Indonesia larinya? Dalam pengoperasiannya, pemerintah menunjuk PT Timah (Tbk) untuk menambang mineral timah yang berada di Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Provinsi Riau. Foto: Rachman_punyaFOTO

"Sekarang kita ekspor, karena saat ini kita belum masuk jadi pemain besar industri timah. Harapan kita Indonesia juga ke depan akan jadi pemain besar industri dunia," ujar Agung.

Sementara itu, Agung menuturkan pada semester 1 tahun 2021, PT Timah mencatat produksi bijih timah sebesar 11.000 ton dengan posisi laba tahun berjalan sebesar Rp 270 miliar. PT Timah menargetkan sampai akhir tahun produksi bijih timah dapat mencapai 30.000 ton.

"Tim operasi produksi PT Timah Tbk tetap high effort dengan sisa waktu di tahun ini. Memang hal ini tidak mudah, semoga kita dapat mencapai target hingga menuju angka 30.000 ton," imbuhnya.

Agung mengakui, pandemi COVID-19 berdampak pada operasional perusahaan, namun perusahaan terus melakukan mitigasi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat sehingga bisa mencapai target produksi.

"Perusahaan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di area produksi sehingga dengan kesigapan dan mitigasi yang dilakukan kami bersyukur produksi tetap berjalan baik. Harga komoditas juga sejauh ini membaik yang sudah menyentuh US$36.000 per metric ton. Artinya dalam kondisi pandemi seperti ini harga logam timah mengalami peningkatan" tutur Agung.

Sebagai informasi, detikcom bersama MIND ID mengadakan program Jelajah Tambang yang berisi ekspedisi ke daerah pertambangan Indonesia. detikcom menyambangi kota-kota industri tambang di Indonesia untuk memotret secara lengkap bagaimana kehidupan masyarakat dan daerah penghasil mineral serta bagaimana pengolahannya.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/jelajahtambang.

Lihat juga video 'Kapal Timah Ilegal Beroperasi di Perairan Natuna':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/hns)