Pengamat Bicara Harga BBM saat Minyak Dunia Naik, Ikutan atau Tetap?

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 27 Okt 2021 18:45 WIB
Pertamax Turun Harga

Pengedara mengisi Bahan Bakar Minyak kerndaraan mereka di SPBU CIkini, Jakarta, Minggu (10/2/2019).  PT Pertamina (Persero) secara resmi menurunkan harga BBM jenis Pertamax dari Rp10.200 menjadi Rp9.950 per liter pada Sabtu (9/2) kemarin. Grandyos Zafna/detikcom
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Harga minyak dunia hampir mendekati US$ 100 per barel. Untuk minyak jenis Brent di kisaran US$ 86,40 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) US$ 84,65 per barel.

Pengamat migas dari Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro mengungkap Pertalite seharusnya dijual Rp 11.000/liter, maka sekelas Pertamax bisa dijual Rp 12.000-13.000/liter.

"Bisa cek di SPBU Non Pertamina seperti Shell, BP, Total, Vivo dan yang lain mereka sudah menaikkan harga. Untuk kualitas yang setara (Pertamax) sudah di kisaran Rp 12-13 ribu rata-rata di Non SPBU Pertamina," katanya kepada detikcom, Rabu (27/10/2021).

"Sebaiknya kalau pun lebih murah kisarannya antara Rp 100-200 per liternya. kalo terlalu jauh sudah tidak sehat saya kira," tambahnya.

Namun, kenaikan BBM itu disebut akan berimbas kepada inflasi. Mengingat peran BBM dalam proses produksi dan distribusi masih sangat dominan.

"Jika tidak ada intervensi pemerintah bisa memberikan dampak terhadap mahalnya barang dan jasa yang harus dibayar konsumen," ungkapnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.