Tahun Depan Mau Naik, Ini Daftar Tarif Listrik Era Jokowi

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 02 Des 2021 14:37 WIB
Menyambut lebaran Idul Fitri 1438H, Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberi diskon hingga 50 persen untuk penyambungan tambah daya dan baru.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Tahun depan rencananya tarif listrik disesuaikan bagi 13 golongan pelanggan PLN non-subsidi. Rencana ini dibahas pemerintah dan Badan Anggaran DPR RI.

Jika dilihat dari data tarif listrik setiap tahunnya selama 2 periode Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat memang sejak 2017 tarif listrik belum pernah mengalami kenaikan.

Berikut catatan tarif listrik PLN dari 2014 hingga saat ini berdasarkan data pemberitaan detikcom:

2014

Pada 2014 terjadi kenaikan tarif listrik yang diputuskan pemerintah berlaku pada 1 Juli 2014. Kenaikan ini masih berlaku di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebab Jokowi-JK baru dilantik pada Oktober 2021.

Kenaikan tarif listrik saat itu berlaku untuk 6 golongan, yakni:

- Golongan industri I-3, naik jadi Rp 964/kwh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.075/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.200/kWh.

- Golongan rumah tangga R-2 TR 3.500 Va hingga 5.500 Va, naik jadi Rp 1.210 per kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.279/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.352/kWh.

- Golongan P2 >200 kVa, naik jadi Rp 1.081/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.139/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.200/kWh.

- Golongan R-1 TR 2.200 Va naik jadi Rp 1.109/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.224/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.353/kWh.

- Golongan P-3 naik jadi Rp 1.104/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.221/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.352/kWh.

- Golongan R-1 1.300 Va naik jadi Rp 1.090/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.214/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.352/kWh.

2015

Pada 2015 PLN kembali menaikkan tarif listrik untuk golongan non subsidi yang dikenakan sistem tariff adjustment pada Jul. Besaran kenaikannya antara Rp 16,65-Rp 23,7/kWh.

Pada bulan sebelumnya (Juni) PLN sudah menaikkan tarif listrik untuk golongan tariff adjustment Rp 6,6-Rp 9,43/kwh. Untuk kenaikan bulan ini, diberlakukan kepada pelanggan berdaya 3.500 VA ke atas.

Berikut daftar tarif listrik Juli 2015 yang diumumkan di situs PLN saat itu:

Rumah Tangga:

R-1/Tegangan Rendah 1.300 VA tarif menjadi Rp 1.352/kWh (tetap, tapi tidak disubsidi pemerintah)
R-1/Tegangan Rendah 2.200 VA tarif menjadi Rp 1.352/kWh (tetap, tapi tidak disubsidi pemerintah)
R-2/Tegangan Rendah 3.500 VA-5.500 VA tarif menjadi Rp 1.547,94/kWh, sebelumnya Rp 1.524,24/kWh. Naik Rp 23,7/kWh.
R-3/Tegangan Rendah 6.600 VA ke atas tarif menjadi Rp 1.547,94/kWh, sebelumnya Rp 1.524,24/kWh. Naik Rp 23,7/kWh.

Bisnis:

B-2/Tegangan Rendah 6.600 VA-200 kVA tarif menjadi Rp 1.547,94/kWh, sebelumnya Rp 1.524,24/kWh. Naik Rp 17,35/kwh.
B-3/Tegangan Menengah di atas 200 kVA tarif menjadi Rp 1.132,95/kWh, sebelumnya Rp 1.115,60/kWh. Naik Rp 17,35/kwh.

Industri:

I-3/Tegangan Menengah di atas 200 kVA tarif menjadi Rp 132,95/kWh, sebelumnya Rp 1.115,60/kWh. Naik Rp 17,35/kwh.
I-4/Tegangan Tinggi 30.000 kVA ke atas tarif menjadi Rp 1.087,07/kWh, sebelumnya Rp 1.070,42/kWh. Naik Rp 16,65/kWh.

Gedung Pemerintah:

P-1/Tegangan Rendah 6.600 VA-200 kVA tarif menjadi Rp 1.547,94/kWh, sebelumnya Rp 1.524,24/kWh. Naik Rp 23,7/kWh.
P-2/Tegangan Menengah di atas 200 kVA tarif menjadi Rp 1.132,95/kWh dari sebelumnya Rp 1.115,60/kWh. Naik Rp 17,35/kWh.
P-3/Tegangan Rendah tarif menjadi Rp Rp 1.547,94/kWh, sebelumnya Rp 1.524,24/kWh. Naik Rp 23,7/kWh.

Berlanjut ke halaman berikutnya.