Tanya Finance

Dilarang Main HP di SPBU, Tapi Kok Boleh Bayar Pakai Ponsel?

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 07 Des 2021 06:00 WIB
Pertamax Turun Harga

Pengedara mengisi Bahan Bakar Minyak kerndaraan mereka di SPBU CIkini, Jakarta, Minggu (10/2/2019).  PT Pertamina (Persero) secara resmi menurunkan harga BBM jenis Pertamax dari Rp10.200 menjadi Rp9.950 per liter pada Sabtu (9/2) kemarin. Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Hampir semua orang tahu bahwa menggunakan handphone di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilarang. Tapi PT Pertamina justru menerapkan transaksi non tunai di seluruh SPBU-nya melalui aplikasi MyPertamina.

Pertanyaan:

Dua kebijakan yang bertolak belakang ini tentu menimbulkan pertanyaan besar, jika menggunakan handphone di SPBU berhaya, mengapa Pertamina menerapkan transaksi non tunai yang juga menggunakan handphone?

Jawaban:

Pjs. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial And Trading, Irto Ginting mengatakan, sistem transaksi non tunai dengan menggunakan handphone di SPBU sudah dilakukan perhitungan. Sehingga titik penggunaan handphone itu bisa disebut sebagai titik aman dari bahaya di SPBU.

"Titik pemakaian untuk pembayaran cashless sudah ditentukan tempatnya," kata Irto kepada detikcom, Senin (6/12/2021).

Lebih lanjut, penjelasan mengenai transaksi non tunai itu juga sudah disebarkan melalui instagram resmi PT Pertamina Patra Niaga. Pihaknya menjelaskan, larangan penggunaan handphone dan kamera saat mengisi BBM di SPBU bertujuan untuk menghindari penggunaan yang tidak bertanggung jawab sehingga dapat menjadi pemicu timbulnya percikan api.

Adapun titik aman yang dimaksud Irto yakni 1,5 meter dari pompa pengisian bensin dengan ketinggian 1,5 meter dari permukaan tanah atau lantai. Kamera juga dapat digunakan dengan jarak tersebut asalkan tidak menggunakan flash.

"Kawan-kawan kami, para operator SPBU, sudah dilatih mengenai cara aman bertransaksi menggunakan MyPertamina dan EDC kartu kredit ataupun kartu debit di area SPBU. Jadi masing-masing dari kita bisa dipastikan tetap aman," tulis Pertamina.

Buat detikers yang punya pertanyaan seputar ekonomi, bisnis, duit, utang, saham, uang kripto, KPR, dan masalah seputar keuangan lainnya bisa kirim pertanyaan ke redaksi@detikFinance (pakai subjek email: Tanya Finance) nanti redaksi akan coba jawab sebaik-baiknya.

(das/das)