Terpopuler Sepekan

Sri Mulyani Tantang Direksi Pertamina soal Perubahan Iklim, Apa Itu?

Siti Fatimah - detikFinance
Sabtu, 11 Des 2021 13:45 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara tiba-tiba menantang Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini. Tantangan tersebut disampaikan dalam acara Pertamina Energy Webinar 2021, Selasa (7/12) lalu.

Lalu apa isi tantangannya?

Sri Mulyani menantang Pertamina untuk melakukan penandaan anggaran mitigasi dan adaptasi perubahan iklim (climate budget tagging). Hal ini guna mendukung agenda pemerintah mencapai target pengendalian perubahan iklim.

Dia mengatakan Kementerian Keuangan telah melakukan climate budget tagging sejak 2016 dan hasilnya dipublikasikan dalam bentuk buku laporan yang diterbitkan setiap tahun. Sedangkan Pertamina disebut belum melakukannya sama sekali.

"Saya berharap Pertamina melakukan hal yang sama. Can you do budget tagging? I will challenge Bu Ema sebagai CFO-nya. Can you do the budget tagging? How much actually you spend on your operational cost, investment cost, capital spending which is related to climate change? Sehingga kita bisa tahu," katanya dikutip Sabtu (11/12/2021).

Untuk diketahui, climate budget tagging merupakan upaya untuk mendukung pengelolaan anggaran perubahan iklim agar lebih terukur. Sistem ini mampu melacak alokasi anggaran mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta menyajikan data kegiatan, output, dan besaran anggaran yang dialokasikan pemerintah.

Saat ini, penandaan anggaran telah melibatkan 18 Kementerian dan Lembaga (K/L). Untuk periode 2016-2020, komposisi anggaran perubahan iklim dialokasikan sebesar 74% untuk mitigasi dan 26% untuk adaptasi.

Total belanja pemerintah pusat untuk mitigasi perubahan iklim sejak 2016 mencapai Rp 256,7 triliun, sedangkan untuk adaptasi iklim mencapai Rp 75,9 triliun.

"Pemerintah hanya bisa 23% untuk mentransformasikan itu, ini berarti selebihnya dari yang lain termasuk Pertamina," tuturnya.

Untuk itu, Pertamina diharapkan dapat membantu pemerintah untuk mempercepat transisi energi hingga mencapai target nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) pada 2060 mendatang. "Peranan sektor energi luar biasa penting, fokus kita transisi ekonomi yang bertanggung jawab dan adil. Mereka yang memproduksi CO2 harus bertanggung jawab lebih besar," tegasnya.

Target Penurunan Emisi Karbon Pertamina

Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina Iman Rachman menjelaskan pihaknya telah menargetkan penurunan emisi karbon hingga 81,4 juta ton pada 2060.

Sampai 2020, Pertamina memberikan kontribusi penurunan emisi sebesar 27,08% dari baseline tahun lalu. Hal ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan target nasional sebesar 26%.

Beberapa upaya Pertamina dalam menurunkan emisi antara lain implementasi energi efisiensi, gasifikasi, dan aktivitas lainnya seperti komersialisasi karbon dioksida di subholding dan anak usaha.

"Kami telah menyiapkan transisi energi melalui rencana jangka panjang perusahaan dengan target menurunkan karbon dioksida sebesar 29% pada 2030," kata Iman.

(eds/eds)