Siap-siap! Jokowi Larang Ekspor Bauksit Tahun Depan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 27 Des 2021 18:35 WIB
A miner uses a hammer to crush rocks with ore at Tierra Amarilla town, near Copiapo city, north of Santiago, Chile, December 16, 2015. As copper prices have slid to a more than six-year low, miners laboring away at the countless smaller mines that pock mark the Atacama desert are finding the buckets of ore they spend all day digging from the ground are fetching less and less money.   Picture taken December 16, 2015. REUTERS/Ivan Alvarado
Foto: REUTERS/Ivan Alvarado
Jakarta -

Indonesia telah berhenti melakukan ekspor bahan mentah nikel sejak awal tahun 2020 yang lalu. Setelah nikel, kini Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai ancang-ancang untuk melakukan pelarangan ekspor bauksit.

Hal itu diungkapkan Jokowi pada saat memberikan sambutan dalam acara peresmian pabrik smelter nikel milik PT Gunbuster Nikel Indonesia (GNI) di Kabupaten Konawe, Senin (27/12/2021). Dia memberikan sinyal, bahwa ekspor bahan mentah bauksit bakal dilarang mulai akhir tahun depan. Bahkan bukan cuma bauksit, beragam komoditas mineral bakal dilarang ekspor juga beberapa tahun ke depan.

"Berkali-kali saya sampaikan setop ekspor nikel. Tahun depan akhir, saya sudah berikan pemanasan terlebih dahulu, setop bahan mentah bauksit. Tahun depannya lagi, setop lagi untuk minerba lainnya," papar Jokowi.

Menurutnya, dengan pelarangan ekspor bahan mentah, Indonesia akan lebih mendapatkan manfaat. Hal itu adalah berkembangnya industri di dalam negeri dengan cepat.

"Akhirnya yang kita dapatkan apa? Industri dalam negeri berkembang dengan cepat, hilirisasi berkembang cepat, karena tidak ada pilihan yang ingin mengambil dan membeli bahan mentah. Tidak ada lagi," ungkap Jokowi.

Jokowi pun mengingatkan bagi investor maupun pihak dari luar negeri yang membutuhkan komoditas mineral Indonesia kini wajib mendirikan industri terlebih dahulu. Buat komoditas mineral memiliki nilai tambah, baru lah diekspor.

"Artinya mau tidak mau harus dirikan industri di tanah air, jadi kita tidak ekspor lagi bahan mentah yang sudah berpuluh-puluh dilakukan tanpa ada nilai tambah besar kepada negara," ungkap Jokowi.

Adapun pabrik smelter yang hari ini diresmikan Jokowi akan mengubah nikel menjadi komoditas feronikel, komoditas ini memiliki nilai tambah 14 kali lebih banyak daripada nikel mentah. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 1,8 juta ton per tahun.



Simak Video "Yang Perlu Kamu Tahu Seputar Bank Digital Allo Bank"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)